Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Prof Biyanto Dorong Transformasi Pendidikan di Sekolah Aisyiyah Nganjuk

Iklan Landscape Smamda
Prof Biyanto Dorong Transformasi Pendidikan di Sekolah Aisyiyah Nganjuk
Penyerahan bantuan sudut baca untuk SD Aisyiyah 1 Nganjuk dari Prof. Biyanto pada acara Penyampaian Regulasi Pendidikan dan Pembinaan Guru Foto: Yunita/PWMU.CO
pwmu.co -

Semangat meningkatkan kualitas pendidikan dan profesionalisme guru terus dikuatkan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Nganjuk melalui Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Paudasmen).

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penyampaian Regulasi Pendidikan dan Pembinaan Guru bersama Prof. Dr. H. Biyanto, M.Ag., Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi dan Hubungan Antar-Lembaga pada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Kegiatan berlangsung di Hall Lantai 2 Masjid Ahmad Dahlan, Kompleks Perguruan SD dan MTs Aisyiyah 1 Nganjuk, Jalan Megantara Nomor 46, Nganjuk, Ahad pagi (9/8/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PDA Kabupaten Nganjuk beserta jajaran, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Nganjuk, kepala sekolah, serta seluruh guru dari satuan pendidikan TK, SD, dan MTs Aisyiyah di Kabupaten Nganjuk.

Tiga Pilar Transformasi Pendidikan

Dalam arahannya, Prof Biyanto menyampaikan bahwa transformasi pendidikan mencakup tiga pilar utama, yakni transformasi infrastruktur, pedagogis, dan budaya.

Pilar pertama adalah transformasi infrastruktur yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Salah satunya melalui revitalisasi sekolah yang dapat mendukung proses pembelajaran, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Pilar kedua adalah transformasi pedagogis yang berkaitan erat dengan peningkatan kualitas guru sebagai ujung tombak pendidikan. Menurut Prof Biyanto, peningkatan kualifikasi dan kompetensi profesional guru menjadi bagian penting dalam membangun sistem pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman.

Perhatian terhadap guru, lanjutnya, tidak hanya menyangkut peningkatan kompetensi. Aspek kesejahteraan, perlindungan hukum dan profesi, pengembangan karya ilmiah, ketenagaan, hingga penyederhanaan laporan kinerja guru juga perlu menjadi perhatian.

Sementara itu, pilar ketiga adalah transformasi budaya. Salah satu contoh konkretnya adalah Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Kegiatan Pagi Ceria.

Kegiatan pagi di sekolah, kata Prof Biyanto, dapat diisi dengan berbagai aktivitas positif, seperti senam sehat, menyanyikan lagu nasional maupun daerah, serta doa sebelum dan sesudah pembelajaran.

Interaktif Bahas Regulasi Pendidikan

Penyampaian regulasi berlangsung secara interaktif. Para peserta mendapat kesempatan mengajukan pertanyaan, menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan pendidikan, serta berdiskusi secara langsung dengan staf ahli kementerian.

SMPM 5 Pucang SBY

Tidak hanya memberikan arahan dan pembinaan, Prof Biyanto juga menyerahkan bantuan sudut baca secara simbolis kepada SD Aisyiyah 1 Nganjuk.

Bantuan tersebut berupa berbagai peralatan dan perlengkapan pendukung kegiatan literasi, seperti buku bacaan yang variatif, meja dan kursi baca, matras atau alas membaca, rak buku, serta perlengkapan lainnya.

“Harapan kami, bantuan ini semakin memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, sudut baca bukan sekadar tempat menyimpan buku. Ruang tersebut dapat menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak untuk membaca, bereksplorasi, menemukan pengetahuan, mengembangkan imajinasi, dan menumbuhkan kecintaan terhadap aktivitas literasi.

Sebelum meninggalkan lokasi, Prof Biyanto juga menuliskan pesan pada papan pesan tokoh. Pesan tersebut berbunyi:

“Semoga SD Aisyiyah menjadi sekolah model untuk persyarikatan dan pemerintah. Dari sekolah ini lahir generasi yang hebat, sehat, cerdas, dan berkarakter.”

Pesan tersebut menjadi energi sekaligus refleksi bagi seluruh civitas akademika SD Aisyiyah 1 Nganjuk.

Kunjungan dan arahan Prof Biyanto menjadi momentum penting bagi Aisyiyah Kabupaten Nganjuk, khususnya para pendidik, untuk terus mengikuti dinamika kebijakan pendidikan sekaligus menjaga nilai-nilai karakter yang menjadi ruh perjuangan persyarikatan. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 09/08/2026 18:49
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu