Peserta Akademi Sejarah Muhammadiyah (ASM) batch 2 2026 mengunjungi sejumlah lokasi sumber arsip sejarah di Surabaya, Senin (10/8/2026).
Agenda yang terselenggara oleh MPI PP Muhammadiyah ini berlangsung selama 5 hari, tepatnya Jumat-Selasa (7-11/8/2026).
Tercatat ASM 2026 ini teramaikan oleh Perwakilan MPI dari berbagai daerah maupun wilayah seluruh Indonesia, antara lain Riau, Jakarta, Bandung, Makassar, hingga Lampung.
Peserta beranjak dari Lobby Hotel Dafam Pacific Caesar pukul 8.00 WIB. Tujuan pertama mereka adalah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur yang berada di Jl Jagir Wonokromo No 350, Sidosermo, Wonocolo, Surabaya.
Keistimewaan Arsip
Kepala Tim Akuisisi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur, Susilo bersama timnya. “Selamat datang untuk kesempatan ini kami mewakili pimpinan, in syaa Allah kami siap bertukar pikiran berdiskusi” terangnya.
Di sisi lain, Anggota MPI PP Muhammadiyah, Muhammad Ichsan Budi Prabowo MA, menegaskan bahwa PP Muhammadiyah telah menjalin kerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia atau ANRI.
“Kami sudah ada MoU dengan ANRI sejak 2005, dan beberapa Pimpinan Wilayah Muhammadiyah sudah bekerja sama juga” ujar Ichsan.
Menurut Susilo, ada keistimewaan tersendiri dari arsip dibanding perpustakaan. “Berbeda dengan perpustakaan, Arsip tidak tercipta dua kali” tegasnya.
Ia juga menyampaikan terdapat kekurangan arsip terkait sejarah perkembangan Islam di Jawa Timur. Susilo berharap agar Muhammadiyah dapat turut menyumbangkan arsipnya kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
“Dengan kita mengumpulkan arsip seperti itu dalam penulisan sejarah, ada pencerahan dan menghubungkan benang merah” tambah Susilo.
Kendati demikian, ia menyebut bahwa Dinas Perpustakaan akan tetap menguji kebenaran dari catatan atau arsip itu agar dapat dipertanggungjawabkan.
“Setelah kita dapatkan, tidak serta merta kita yakini keontetikannya. Di sini ada uji otentisitasnya atau seperti uji forensik” tuturnya.
Selepas dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, peserta beranjak menuju Perpustakaan Medayu Agung Surabaya. Sebagai informasi, Perpustakan ini berdiri pada 2001 dan memiliki lebih dari 7500 koleksi literatur era 1800-an hingga 1900-an.
Perpustakaan tersebut terletak di Jl Medayu Selatan Gang IV, No 42-44, Perumahan Medayu Agung Regency Rungkut, Medokan Ayu, Kota Surabaya. Pendirinya adalah Oei Hiem Hwie, seorang Aktivis BAPERKI serta Tokoh Literasi Indonesia.





0 Tanggapan
Empty Comments