Anak-anak TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Kalibaru mengikuti kegiatan outing class bertajuk “Barista Kids: Petualangan Besar Biji Kopi Cilik, Dari Pohon hingga ke Cangkir”, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kopi Hanum, Kalibaruwetan, Banyuwangi, tersebut menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi anak usia dini untuk mengenal kopi sekaligus lingkungan dan potensi lokal di sekitar mereka.
Sejak tiba di lokasi, anak-anak tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka diajak mengenal tanaman kopi, memahami secara sederhana perjalanan biji kopi, hingga melihat bagaimana kopi diolah dan disajikan menjadi minuman.
Pemilik Kopi Hanum, Bambang, turut mendampingi kegiatan dengan memberikan pengenalan kepada anak-anak mengenai jenis biji kopi dan proses pengolahannya menggunakan pendekatan yang disesuaikan dengan usia mereka.
“Saya sangat senang kedatangan anak-anak dari TK ABA, semoga dengan dikenalkan tentang kopi sejak usia dini akan lahir generasi yang menjadi petani dan pegiat kopi karena Kalibaru adalah salah satu surganya kopi di Indonesia,” pesannya.
Kegiatan tersebut diinisiasi Hariri Riskilillah Hanafiyah, S.Pd., selaku Ketua Departemen Ekonomi PDNA Banyuwangi sekaligus guru TK ABA Kalibaru.
Menurutnya, pembelajaran bagi anak usia dini perlu memberikan ruang kepada anak untuk belajar melalui pengalaman langsung dan lingkungan di sekitarnya.
“Anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas. Melalui kegiatan seperti ini, mereka dapat melihat, mendengar, bertanya, mencoba, dan mendapatkan pengalaman secara langsung,” ujar Hariri.
Konsep Barista Kids juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengenal aktivitas seorang barista secara sederhana.
Dengan pendampingan, mereka diajak mengamati peralatan, mengenal proses penyeduhan, serta merasakan pengalaman menjadi barista cilik.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari semarak Gema Literasi “Suara Bumi” dalam menyambut Musyawarah Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur.
Kepala TK ABA Kalibaru, Winda, mengatakan literasi dalam pendidikan anak usia dini memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis.
“Literasi dalam konteks pendidikan anak usia dini tidak terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan anak dalam mengamati lingkungan, menyimak informasi, berkomunikasi, mengajukan pertanyaan, serta membangun pemahaman berdasarkan pengalaman,” tambahnya.
Melalui kegiatan outing class tersebut, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan melibatkan berbagai pengalaman secara langsung.
Mereka tidak hanya memperoleh informasi tentang kopi, tetapi juga diajak mengenal lingkungan, proses produksi, serta aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan potensi lokal.
Petualangan para barista cilik di Kopi Hanum menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.
Dari pohon kopi hingga secangkir minuman, anak-anak menemukan cerita tentang alam, proses, kerja, dan kehidupan yang dapat menjadi bagian dari perjalanan literasi mereka.
Melalui Barista Kids, TK ABA Kalibaru menunjukkan bahwa pembelajaran dapat hadir di mana saja. Ketika lingkungan dijadikan ruang belajar, berbagai hal sederhana di sekitar anak dapat menjadi pengalaman berharga.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kecintaan terhadap alam, sekaligus semangat untuk mengenal dan melestarikan lingkungan sejak usia dini.





0 Tanggapan
Empty Comments