Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM), Dany Rahmat Muharram menyebut Jawa Timur sebagai Qalbu Harakah IPM, Kamis (17/9/2026).
Hal tersebut disampaikan pada pelantikan PW IPM Jawa Timur periode 2026-2028 di Aula KH Mas Mansyur Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.
Turut hadir pada pelantikan itu pada pelantikan itu Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, serta Ketua PWM Jawa Timur Prof Dr dr Sukadiono MM.
Pada pelantikannya kali ini, PW IPM Jawa Timur mengusung tema “Resonansi Karya IPM Jawa Timur”.
Acara ini menjadi prosesi serah tampuk kepemimpinan dari Ketua PW IPM Jawa Timur 2023-2026 Hengki Pradana ke Ketua PW IPM Jawa Timur 2026-2028 Yuda Wahyu Saputra dan para jajarannya.
IPM dan Pelopor Gerakan
Hadir didampingi Sekretaris Umum dan Bendahara Umum PP IPM, Dany berujar bahwa bagi IPM, Jawa Timur adalah qalbu harakah alias jantung pergerakan.
“Di tanah ini saya menemukan semangat juang yang tak pernah padam dan dialektika gagasan yang selalu hidup” tegas Dany.
Menurutnya, Kader IPM dituntut untuk tidak hanya adaptif, tetapi juga menjadi pelopor dalam gerakan.
“Gerakan yang hidup dan adaptif harus ditumbuhkan, menghadirkan dakwah pelajar yang inklusif” terangnya.
Lebih lanjut, kader asal Bone Sulawesi Selatan itu menyampaikan bahwa soliditas dan konsolidasi perlu dijaga, karena perbedaan pandangan adalah hal yang lumrah.
“Penguatan sinergi dari pimpinan pusat hingga ranting harus diperjelas dan dilakukan bersama” tambah Dany.
Di samping itu, Mantan Sekretaris Umum PW IPM Sulawesi Selatan itu menegaskan bahwa Kepemimpinan adalah seni berperilaku, memberi teladan, mendengar, dan merangkul.
“Perjuangan dihiasi dengan akhlak dan keteguhan, niat dijaga dengan keikhlasan” katanya.
Gerbang IPM Jawa Timur
Dalam sambutan perdananya, Ketua PW IPM Jawa Timur 2026-2028, Yuda Wahyu Saputra, menyebut Era Madani telah diwariskan di IPM Jawa Timur selama 3 periode sebelumnya.
“Jika perjalanan ini ibarat suatu pohon, maka Gerakan Madani adalah akar yang terus dipupuk dan dijaga” terang Yuda.
“Maka pada periode ini, kami mengusung Gerbang IPM Jawa Timur” tegasnya.
Menurutnya, Gerbang adalah pintu titik transisi dari satu ruang ke ruang lain.
“Bagi IPM Jawa Timur, gerbang adalah perantara agar setiap kader dapat menyeberangi dari berproses menjadi benar-benar berkarya” tuturnya.
Pemilihan diksi ini, lanjut Yuda, tidak lepas dari geografis Jawa Timur sejak era Majapahit yang menghubungkan Nusantara Timur dan barat.
“Semangat itulah yang ingin kami hadirkan, sebagai penghubung aktif, tidak hanya penikmat perubahan” tambah Yuda.
“Kita sama-sama mewujudkan pengabdian, menjadi pemimpin yang melayani, menjadi gerbang yang membuka jalan, bukan tembok yang menghalangi. IPM bukan dikenal karena sejarah, tapi karya yang diciptakan” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments