Sabtu pagi yang sejuk menjadi awal perjalanan penuh makna bagi rombongan ibu-ibu ‘Aisyiyah. Udara dingin pegunungan belum sepenuhnya hilang, namun semangat kebersamaan sudah terasa hangat sejak langkah pertama.
Perjalanan menuju Air Terjun Dlundung bukan sekadar wisata, melainkan cara baru merayakan Halalbihalal—lebih dekat dengan alam, lebih hangat dengan kebersamaan.
Setibanya di lokasi, suasana langsung berubah hidup. Derasnya air terjun menjadi latar alami yang memikat sekaligus menghadirkan energi kebahagiaan.
Di bawah guyuran air yang jatuh dari ketinggian, ibu-ibu ‘Aisyiyah larut dalam kegembiraan. Tawa pecah tanpa sekat.
Ada yang bermain air, membasuh wajah, hingga mengabadikan momen kebersamaan. Air yang dingin justru menjadi sumber kesegaran baru—menghidupkan suasana dan menghadirkan kebahagiaan sederhana.
Kehadiran beberapa monyet yang melintas di sekitar area air terjun pun menambah warna tersendiri, menghadirkan nuansa alami yang semakin berkesan.
Di sela-sela aktivitas, hamparan bekal makanan mulai dibuka. Inilah momen yang tak kalah dinanti.
Anggota PRA Sukorejo membawa beragam hidangan, mulai dari makanan sehat, buah-buahan segar, hingga camilan tradisional. Suasana makan bersama pun terasa hangat, penuh canda dan kebersamaan.
Ketua PRA Sukorejo menyampaikan:
“Kegiatan ini bukan hanya untuk bersenang-senang, tetapi menjadi sarana mempererat ukhuwah. Kita ingin ibu-ibu merasakan kebahagiaan bersama, saling menguatkan, dan membawa energi positif sepulang dari sini.”
Hal senada disampaikan oleh Ari Kusdiyana, Sekretaris PRA Sukorejo.
“Kami ingin menghadirkan suasana yang berbeda. Tidak hanya formal saling bersalaman, tetapi juga menghadirkan pengalaman kebersamaan yang lebih dalam. Dari perjalanan ini, semoga lahir kenangan indah yang semakin menguatkan rasa kekeluargaan diantara anggota,” ujarnya.
Salah satu peserta juga mengungkapkan kesannya:
“Acaranya seru sekali. Bisa kumpul, main air, makan bersama, semuanya terasa menyenangkan. Kedepan, semoga kegiatan seperti ini bisa diagendakan lagi, karena benar-benar bikin hati senang.”
Usai menikmati suasana alam, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Warung Bapak’e untuk makan siang dengan konsep prasmanan.
Menu khas rumahan menambah rasa nyaman setelah aktivitas di alam terbuka.
Perjalanan ditutup dengan singgah di Bolen Sitarasa, pusat oleh-oleh yang tengah viral. Suasana pun berubah menjadi lebih riuh, dengan peserta berburu bolen untuk dibawa pulang.
Hari itu, Halalbihalal tidak lagi sekadar tradisi tahunan. Ia menjelma menjadi perjalanan penuh makna.
Kebersamaan, tawa, dan pengalaman sederhana di alam terbuka menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati sering kali hadir dari hal-hal yang sederhana—namun dilakukan bersama.





0 Tanggapan
Empty Comments