Pengajian Ranting Perguruan Bumiaji berlangsung pada Kamis (21/05/2026) pukul 13.00–14.30 WIB di SMP Muhammadiyah 2 Batu.
Kegiatan yang menjadi bagian dari penguatan dakwah dan pendidikan Muhammadiyah tersebut menghadirkan Wakil Ketua PDM Kota Batu Bidang Lingkungan Hidup dan Kesehatan, H Ali Mustofa SPdI.
Hadir sebagai pemateri, Ali membawakan tema “Meneguhkan Peran Strategis Pendidikan dalam Mewujudkan Generasi Mandiri dan Berkemajuan”.
Lebih lanjut, pengajian terhadiri oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga pengelola madrasah diniyah di lingkungan Cabang Muhammadiyah Bumiaji.
Pendidikan dan Fondasi Generasi Unggul
Suasana kegiatan berlangsung hangat, penuh semangat, dan sarat nuansa kekeluargaan. Para peserta tampak antusias mengikuti kajian yang membahas pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun generasi unggul dan berkemajuan.
Dalam pemaparannya, H Ali Mustofa menegaskan bahwa makna kebangkitan sejati tidak hanya dipahami sebagai terbebas dari penjajahan fisik semata. Tetapi juga terbebas dari ketergantungan pemikiran, lemahnya karakter, dan keterbelakangan peradaban.
Menurutnya, pendidikan memiliki posisi yang sangat strategis sebagai sarana tanwir atau pencerahan untuk melahirkan manusia yang berilmu, beriman, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Ia juga mengutip firman Allah Swt. dalam surah Al-Mujadalah ayat 11 yang menegaskan bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.
Ayat tersebut menjadi landasan bahwa pendidikan tidak sekadar proses transfer pengetahuan, tetapi juga proses pembentukan karakter, akhlak, dan peradaban manusia.
Pendidikan Menurut Muhammadiyah
Lebih lanjut, Ali Mustofa menjelaskan bahwa dalam perspektif Islam, pendidikan bertujuan membentuk manusia seutuhnya.
Muhammadiyah memandang pendidikan sebagai instrumen penting untuk mencetak generasi yang memiliki tauhid yang lurus, berakhlak mulia, mandiri, berilmu, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Menurutnya, dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Mulai dari sekularisasi pendidikan, lemahnya pembentukan karakter, ketimpangan akses pendidikan, hingga disrupsi teknologi dan arus globalisasi yang memengaruhi identitas generasi muda.
Karena itu, dibutuhkan pembaruan pendidikan yang mencerahkan dan membebaskan melalui penguatan nilai-nilai tauhid, pendidikan karakter berbasis keteladanan, serta pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.
Pada akhir kajian, Ali menegaskan bahwa lembaga pendidikan harus menjadi center of excellence atau pusat keunggulan yang mampu melahirkan generasi beriman, berilmu, mandiri, dan berkemajuan.
Sebagaimana firman Allah Swt. dalam Surah Ali Imran ayat 110, pendidikan yang berkualitas dan berlandaskan nilai-nilai Islam harapannya mampu melahirkan generasi terbaik yang membawa kemajuan bagi umat, bangsa, dan peradaban.





0 Tanggapan
Empty Comments