Guna memperkuat branding sekolah dan menyebarluaskan berbagai program unggulan lembaga, KB Tunas ’Aisyiyah dan TK Aisyiyah 36 Perumahan Pongangan Indah (PPI) Manyar Gresik menggelar Pelatihan Menulis Berita Sekolah, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Majelis Dikdasmen Pimpinan Ranting ’Aisyiyah (PRA) PPI Manyar Gresik tersebut berlangsung di ruang kelas A2 TK ’Aisyiyah 36 PPI mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.
Mengusung tema “Menulis Hebat, Branding Sekolah Menguat”, pelatihan intensif ini diikuti 18 peserta yang terdiri atas 14 guru TK dan 4 guru KB. Kegiatan menghadirkan narasumber Musyrifah, S.Ag., wartawan muda sekaligus kontributor aktif PWMU.CO.
Kepala TK ’Aisyiyah 36 PPI, Iffah Nihayati, S.Psi., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sekaligus mengucapkan terima kasih kepada narasumber yang tetap hadir meski cuaca hujan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bu Musyrifah atas kesempatan waktu dan ilmunya yang insyaallah hari ini sangat bermanfaat bagi kami semua. Meskipun beliau datang dalam kondisi hujan, tetap berkenan hadir dan penuh semangat memberikan ilmunya kepada guru-guru TK ’Aisyiyah 36 dan KB Tunas ’Aisyiyah PPI,” ungkapnya.
Kepala sekolah yang baru menjabat satu tahun itu juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar terus semangat belajar menulis.

“Pelatihan menulis ini insyaallah sangat bermanfaat sebagai sarana mencurahkan isi hati ke dalam tulisan. Walaupun siang hari biasanya waktu istirahat, guru-guru dan bunda tetap hebat karena konsisten mengikuti pelatihan ini,” tuturnya.
Ia berharap para guru semakin percaya diri mempublikasikan berbagai kegiatan dan inovasi sekolah melalui media digital.
“Dengan aktif menulis di media seperti PWMU.CO, syiar dakwah dan inovasi pembelajaran yang kami lakukan dapat membangun kepercayaan masyarakat di era digital serta menjangkau khalayak lebih luas,” tambahnya.
Dalam materinya, Musyrifah menegaskan bahwa menulis bukan sekadar aktivitas menuangkan kata, tetapi juga bentuk dokumentasi sejarah dan amal jariah.
“Menulis itu adalah bekerja untuk keabadian. Apa yang terucap akan menguap, tetapi apa yang tertulis akan selalu eksis,” ujarnya.
Ia juga memotivasi peserta agar tidak takut mulai menulis.
“Menulislah, jangan malu atau takut selama tidak merusak atau menimbulkan hal yang tidak baik. Justru kita harus malu jika tidak mempunyai tulisan atau karya,” tegasnya.
Menurut peraih Juara I Guru Berprestasi Terbaik Tingkat Madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik tersebut, sekolah hebat bukan hanya yang memiliki banyak prestasi, tetapi juga yang mampu menceritakan kehebatannya kepada masyarakat.
Dalam pelatihan itu, Musyrifah membagikan teknik dasar penulisan straight news atau berita langsung, mulai dari unsur 5W+1H hingga teknik menulis berita singkat, padat, dan faktual dengan panjang sekitar 350–500 kata.
Memasuki sesi praktik, suasana pelatihan semakin hidup ketika salah satu guru, Ustadzah Endang, diminta mempraktikkan langsung penulisan berita tentang kegiatan pembelajaran di kelas A1 yang diampunya.
Meski tulisan belum selesai karena keterbatasan waktu, latihan tersebut berhasil memantik antusiasme para peserta untuk melanjutkan proses menulis secara mandiri di rumah.
Sebagai tindak lanjut pelatihan, narasumber juga memberikan beberapa tugas menulis kepada peserta, mulai dari kisah suka duka menjadi guru hingga penyusunan draf berita formal kegiatan sekolah masing-masing.
Kegiatan ditutup tepat pukul 16.00 WIB dengan sesi foto bersama antara narasumber, kepala sekolah, dan seluruh peserta pelatihan dalam suasana hangat dan penuh semangat literasi.





0 Tanggapan
Empty Comments