Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Merawat Alam, Merawat Perbedaan: Aksi Lintas Iman Anak Muda Banyuwangi di Gerbang Raung

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Merawat Alam, Merawat Perbedaan: Aksi Lintas Iman Anak Muda Banyuwangi di Gerbang Raung
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Puluhan pemuda dari berbagai latar belakang agama dan organisasi berkumpul di Camp Gerbang Raung, Kabupaten Banyuwangi, pada 29–30 Agustus 2026. Mereka mengikuti Interfaith Biodiversity Camp dengan tema “Merawat Biodiversitas, Merawat Keberagaman”.

Kegiatan tersebut bertujuan mengajak generasi muda dan perempuan untuk semakin peduli terhadap lingkungan hidup. Selain mempelajari pentingnya menjaga keanekaragaman hayati, peserta diajak melihat keterkaitan antara perlindungan alam, kesetaraan, dan toleransi antarumat beragama.

Nur Aini Azizah dari Women Interfaith Peacebuilding menyampaikan bahwa keragaman alam dan manusia merupakan hal penting yang harus dijaga bersama.

Menurutnya, sifat seragam atau monokultur, baik pada tumbuhan maupun cara berpikir manusia, dapat membuat ekosistem dan kehidupan sosial menjadi rentan.

“Merawat bumi dan merawat keberagaman manusia bukanlah dua hal yang terpisah. Keduanya berasal dari akar yang sama, yaitu keberanian untuk menerima perbedaan dan memberi ruang bagi sesama untuk hidup,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Zahrotul Janah selaku Focal Point SMILE Eco Bhinneka Banyuwangi mengingatkan peserta tentang pentingnya membangun rasa keadilan terhadap alam.

Ia menyoroti berbagai kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari dapat merusak ekosistem, seperti membuang limbah ke sungai, membakar sampah, hingga menggunakan bahan kimia secara berlebihan.

Selama dua hari pelaksanaan Interfaith Biodiversity Camp, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang menggabungkan pembelajaran, aksi lingkungan, diskusi, dan refleksi.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Salah satunya adalah praktik BioBlitz, yakni kegiatan untuk belajar mengenali dan mendokumentasikan berbagai jenis tumbuhan serta hewan yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

Peserta juga melakukan penanaman pohon sebagai bentuk aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Selain itu, kegiatan diisi dengan diskusi dan refleksi yang membahas peran pemuda dan perempuan dalam menghadapi krisis ekologi.

Melalui kegiatan tersebut, terbentuk jejaring komunikasi antarkomunitas pemuda lintas iman. Jejaring ini diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus merawat keberagaman di tengah masyarakat.

Para peserta berkomitmen membawa semangat menjaga lingkungan dan merawat kebinekaan ke daerah masing-masing.

Dengan demikian, Interfaith Biodiversity Camp tidak hanya menjadi ruang belajar mengenai keanekaragaman hayati, tetapi juga menjadi momentum bagi anak muda untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat toleransi antarumat beragama.

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu