Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

MPI PDM Kota Yogyakarta Gelar Seminar Branding Digital Sekolah Muhammadiyah, Dorong Penguatan Reputasi di Era Digital

Iklan Landscape Smamda
MPI PDM Kota Yogyakarta Gelar Seminar Branding Digital Sekolah Muhammadiyah, Dorong Penguatan Reputasi di Era Digital
MPI PDM Kota Yogyakarta Gelar Seminar Branding Digital Sekolah Muhammadiyah, Dorong Penguatan Reputasi di Era Digital. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta menggelar seminar bertajuk Digital Branding of Muhammadiyah School di Ruang Amphitarium Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan, Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini diikuti guru dan kepala sekolah dari jenjang TK ABA, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK Muhammadiyah se-Kota Yogyakarta.

Seminar dibuka oleh Ketua PDM Kota Yogyakarta, Aris Madani. Hadir sebagai narasumber, Dr. Choirul Fajri, Prof. Dr. Adhianty Nurjanah, serta Muhammad Arfian Hariz.

Dalam sambutannya, Aris Madani menegaskan bahwa pemahaman tentang branding sekolah menjadi kebutuhan penting bagi lembaga pendidikan Muhammadiyah di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat.

“Dengan belajar branding sekolah dan madrasah, ke depan sekolah akan semakin baik dan hebat, tentu harus diikuti dengan perbaikan manajemen dan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, branding tidak semata-mata bertujuan untuk menunjukkan keunggulan, tetapi juga menjadi sarana dakwah melalui pemanfaatan teknologi digital dan algoritma media sosial.

“Branding bukan untuk sombong-sombongan. Dunia digital harus digalakkan dan ruang maya yang sangat terbuka harus dimasuki oleh sekolah-sekolah Muhammadiyah,” tegasnya.

Menurut Aris, sekolah Muhammadiyah perlu mengedepankan konsep “kecepatan plus akhlak” dalam membangun citra lembaga. Selain itu, semangat “satu suara, ribuan tangan” harus diwujudkan dalam gerakan dakwah digital yang positif dan berkemajuan.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama membangun reputasi digital Muhammadiyah dan Aisyiyah sebagai bagian dari upaya melanjutkan perjuangan Ahmad Dahlan di era modern.

SMPM 5 Pucang SBY

Sementara itu, Choirul Fajri menjelaskan bahwa sekolah Muhammadiyah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi wajah Muhammadiyah di tengah masyarakat.

“Di era digital saat ini, persepsi masyarakat terhadap sekolah banyak dibentuk melalui ruang digital. Karena itu, reputasi digital merupakan aset jangka panjang yang menentukan tingkat kepercayaan publik dan masa depan sekolah,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa sekolah Muhammadiyah merupakan investasi strategis untuk masa depan umat, bangsa, dan persyarikatan. Oleh karena itu, penguatan identitas dan branding sekolah menjadi langkah penting agar sekolah Muhammadiyah semakin menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya di Kota Yogyakarta.

Pada sesi berikutnya, Adhianty Nurjanah memaparkan pentingnya branding digital sebagai gerbang utama yang membentuk kesan pertama masyarakat terhadap sebuah sekolah. Ia juga mengulas fenomena persaingan antar lembaga pendidikan yang kini semakin ketat di era digital.

Menurutnya, sekolah yang mampu membangun komunikasi digital secara efektif akan memiliki peluang lebih besar dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing lembaga. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu