Pagi itu, Ahad (10/5/2026), halaman Pondok Al Mizan Putri Lamongan terasa berbeda. Ratusan anak dengan wajah penuh semangat datang bersama orang tua dan guru pendamping. Seragam rapi, langkah kecil yang mantap, serta sorot mata penuh harap menjadi pemandangan yang menghangatkan suasana. Di tempat inilah, mimpi-mimpi kecil mulai dirajut melalui ajang Surya Olympiad 2026.
Kegiatan yang digelar oleh Surya Edu Center bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan ini mengusung tema “Merumuskan Generasi Cerdas dan Berprestasi.” Sebanyak 270 peserta dari Lamongan, Gresik, Mojokerto, dan Tuban hadir untuk berkompetisi dalam bidang mata pelajaran tingkat TK/RA dan SD/MI.
Namun, lebih dari sekadar kompetisi, acara ini adalah ruang tumbuh. Ruang di mana anak-anak belajar tentang keberanian mencoba, ketekunan berusaha, dan keyakinan pada mimpi.
Di tengah suasana itu, Mudir Al Mizan, Mujianto, M.Pd.I, menyampaikan sambutan yang sarat makna. Dengan bahasa yang hangat dan penuh kedekatan, ia mengawali dengan ungkapan terima kasih kepada Surya Edu Center yang telah menjadikan Al Mizan sebagai bagian dari perjalanan besar pendidikan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mengantarkan anak-anak mereka untuk berproses meraih cita-cita.
“Terima kasih kepada Bapak Ibu yang telah mengantarkan putra-putrinya untuk meraih mimpi. Ini adalah langkah penting dalam perjalanan mereka,” tuturnya.
Di hadapan ratusan peserta, Mujianto kemudian mengajak anak-anak untuk tidak takut bermimpi. Baginya, mimpi adalah titik awal dari segala pencapaian besar.
“Anak-anak harus berani bermimpi dan berimajinasi. Karena dari situlah lahir karya-karya besar. Orang yang punya mimpi besar, insyaAllah akan menghasilkan sesuatu yang besar pula,” pesannya.
Ia menggambarkan bagaimana inspirasi bisa datang dari mana saja—dari perjalanan, dari lingkungan sekitar, bahkan dari hal-hal sederhana yang dilihat setiap hari. Semua itu, menurutnya, dapat menjadi bahan bakar untuk membangun cita-cita.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa mengikuti olimpiade ini adalah langkah kecil menuju masa depan yang besar. Setiap soal yang dikerjakan, setiap usaha yang dilakukan, adalah “ukiran-ukiran” yang kelak menjadi bekal kehidupan.
“Ini adalah bagian dari proses. Ukiran-ukiran kecil ini yang nanti akan kita bawa untuk masa depan,” tambahnya.
Suasana semakin khidmat ketika acara secara resmi dibuka dengan pembacaan basmalah. Harapan pun mengalir, agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa manfaat bagi semua.
Di balik riuhnya kompetisi, Surya Olympiad 2026 menyimpan pesan yang lebih dalam: bahwa pendidikan bukan sekadar soal nilai, tetapi tentang membangun karakter, menumbuhkan mimpi, dan menyiapkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berani melangkah.
Dan di Al Mizan pagi itu, mimpi-mimpi itu tampak mulai menemukan jalannya.





0 Tanggapan
Empty Comments