PWMU.CO — Siswa kelas I Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Baratajaya Surabaya mengikuti kegiatan Outbound Learning Activity yang digelar selama dua hari, Rabu–Kamis (22–23/4/2026). Kegiatan luar kelas dengan konsep menginap ini berlangsung di Wonosalam Training Center.
Sejak Rabu pagi, suasana di sekitar Taman Flora Surabaya tampak lebih ramai dari biasanya. Para siswa datang diantar orang tua dengan wajah ceria. Mengenakan seragam berwarna merah, kuning, dan biru, lengkap dengan topi rimba dan ransel di punggung, mereka siap mengikuti petualangan belajar di alam terbuka.
Tepat pukul 08.00 WIB, proses pengecekan keberangkatan selesai. Para siswa kemudian menaiki bus dan memulai perjalanan dengan doa bersama serta murajaah surat-surat pendek.
Selama perjalanan, siswa juga mulai belajar menerapkan konsep kepemimpinan Leader in Me. Mereka diberi tanggung jawab dalam berbagai peran, seperti leader pembagian makanan, pengatur tempat duduk, pemimpin barisan, pemimpin doa, hingga petugas presensi dan kebersihan.
Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam, rombongan tiba di lokasi dan disambut oleh tim outbound. Kegiatan diawali dengan pembukaan di pendopo utama, kemudian siswa dibagi menjadi empat kelompok: Kelinci, Lebah, Kutilang, dan Lumba-Lumba.
Usai menata barang di rumah gebyok yang telah disiapkan, siswa melaksanakan wudhu, membaca Asmaul Husna, dan menunaikan shalat Dhuhur berjamaah. Guru kelas I, Fahmi Muqqodas, yang menjadi imam, menjelaskan pelaksanaan shalat jamak qashar kepada siswa.
“Anak-anak hebat kelas I, kita akan melaksanakan shalat jamak qashar Dhuhur dan Ashar, yaitu masing-masing dua rakaat,” jelasnya.
Pada hari pertama, siswa mengikuti berbagai aktivitas outbound seperti titian tali, flying fox, dan menggambar alam sekitar. Malam harinya diisi dengan pengenalan seni tradisional wayang kulit serta permainan tradisional seperti congklak dan halma. Para siswa kemudian bermalam di rumah gebyok.
Guru kelas I lainnya, Andriyanti Dwi Utami, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk melatih kemandirian, kepemimpinan, sekaligus mengenalkan berbagai profesi kepada siswa.
“Anak-anak juga belajar proses padi hingga menjadi nasi. Ini melatih kemandirian sekaligus menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT,” ujarnya.
Ia menambahkan, antusiasme siswa sangat tinggi. Meski masih duduk di kelas I, mereka mampu mengikuti instruksi dengan baik. Bahkan, seluruh siswa: including anak berkebutuhan khusus dapat mengikuti kegiatan tanpa kendala berarti.
Memasuki hari kedua, siswa mengikuti kegiatan edukasi pertanian. Mereka belajar langsung proses dari benih padi hingga menjadi nasi, mulai dari menanam, membajak sawah dengan kerbau, hingga menumbuk dan menanak nasi secara tradisional.
Salah satu peserta, Azma Farzana Zahira, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini.
“Outboundnya seru! Apalagi saat membajak sawah dengan kerbau dan main flying fox. Aku juga jadi tahu proses terjadinya nasi,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya dilatih mandiri dan memiliki jiwa kepemimpinan, tetapi juga diajak memahami dan menghargai proses panjang dari benih padi hingga menjadi nasi. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments