Momentum Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei menjadi alarm penting bagi seluruh elemen bangsa untuk berefleksi. Semangat kebangkitan ini dinilai tidak boleh mandek di buku saja, melainkan wajib ditumpahkan dalam gerakan nyata di tengah masyarakat.
Hal itu ditegaskan langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya, Alfianur Rizal.
“Nilai gotong royong serta persatuan itu kan sebetulnya fondasi utama. Buat kita dalam membangun peradaban kota yang maju dan bermutu. Nah, Kampung Pancasila ini jadi ruang bersama untuk merawat harmoni sosial,” ujar Alfianur Rizal, Ketua Pemuda Muhammadiyah Surabaya periode 2022-2027
Saat ditemui di lapangan Tambaksari, ia menyatakan bahwa solidaritas dan keterlibatan warga adalah kunci utama. Ia kemudian mencontohkan program lokal di Kota Pahlawan yang menurutnya sangat konkret. Yakni Kampung Pancasila yang digagas oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Menurutnya, tata kelola kota tidak bisa semuanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Partisipasi aktif warga adalah mesin penggeraknya. Apalagi, peringatan Harkitnas tahun 2026 ini mengusung tema cukup mendalam, yaitu Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.
Alfi mengingatkan kembali pesan dari para founding fathers bahwa kedaulatan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Dan benteng utamanya, kata dia, dimulai dari level terbawah.
“Melalui konsep Kampung Pancasila di Surabaya ini, para pemuda itu diberikan ruang sebesar-besarnya untuk membangun kotanya. Ya dimulai dari lingkungan kampung sendiri dulu lah. Mereka sengaja dipersiapkan jadi local hero,” ujar Cak Alfi
“Mereka sengaja dipersiapkan jadi local hero yang mampu menghadirkan solusi, kasih gagasan visioner, serta pengabdian yang nyata buat masyarakat,” pungkasnya bersemangat.





0 Tanggapan
Empty Comments