Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai Pelatihan Pembawa Acara atau Master of Ceremony (MC) yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kademangan di Aula Al Hikmah, Perum Bromo Ketapang, Kota Probolinggo, Ahad (18/10/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 30 peserta dan dihadiri perwakilan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA), PCA, serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM). Pelatihan menghadirkan tiga narasumber, yakni Amalia Nofrianti Budiarjo, Dwi Febria Wulandari, dan Dwi Agustina.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan Mars Aisyiyah. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua PCA Kademangan, Rika Umiyati.
Dalam sambutannya, Rika menyampaikan bahwa pelatihan MC ini menjadi langkah awal PCA Kademangan dalam mengadakan kegiatan pengaderan di bidang keterampilan membawa acara.
“Kita adalah yang pertama dalam melakukan majelis kader dibandingkan PCA lainnya, dengan mengadakan pelatihan MC. Terutama di PCA Kademangan, banyak yang masih takut karena menganggap menjadi MC adalah tanggung jawab besar. Kalau tidak berlatih, tidak akan berani,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri kader sehingga lebih siap ketika mendapat amanah untuk menjadi pembawa acara dalam berbagai kegiatan organisasi.
Apresiasi atas Inisiatif PCA Kademangan
Sambutan berikutnya disampaikan Ketua PCM Kademangan, Ainur Rofiq. Ia mengapresiasi inisiatif PCA Kademangan yang menyelenggarakan pelatihan MC.
“Hebat Aisyiyah ini karena sudah ada pelatihan MC, sementara di Muhammadiyah belum ada,” tuturnya.
Ketua PDA, Endang Dewi Fatimah, kemudian memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi pelatihan tersebut. Ia mengapresiasi PCA Kademangan yang telah mengambil langkah awal dalam mengembangkan keterampilan kader melalui kegiatan pelatihan.
Menurutnya, kegiatan ini juga mencerminkan semangat kolaborasi antarmajelis dalam menjalankan program organisasi, termasuk Majelis LBSO, Kesehatan, Kesos, dan Tarjih.
Endang mengingatkan pentingnya menuntut ilmu sebagai bekal dalam menjalankan amanah dan memberikan pelayanan kepada umat. Ia mengajak para peserta untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh serta menjaga akhlak dalam setiap aktivitas.
“Dari PDA, kami menyampaikan, mari kita berilmu amaliah, beramal ilmiah, dan berakhlakul karimah. Dengan menuntut ilmu, Allah akan mengangkat derajat kita. Ketika diminta melayani umat, kita harus siap melakukannya. Dengan ilmu kita beramal, dan amal kita berdasarkan ilmu,” pesannya.
Tiga Narasumber Sampaikan Materi MC dan Keprotokoleran
Pelatihan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para narasumber. Amalia Nofrianti Budiarjo menjadi narasumber pertama yang membawakan materi tentang Pawara atau Pembawa Acara. Materi berikutnya disampaikan oleh Dwi Febria Wulandari.
Di sela-sela kegiatan, panitia menyediakan waktu untuk coffee break dan menikmati kudapan. Sebelum memasuki materi ketiga, Dwi Agustina atau yang akrab disapa Bu Tina mengajak peserta melakukan senam bersama untuk mencairkan suasana dan menjaga semangat.
Selanjutnya, Bu Tina menyampaikan materi tentang keprotokoleran. Ia menekankan bahwa tata kelola protokol dalam sebuah kegiatan turut memengaruhi citra organisasi di hadapan publik.
Baik buruknya pelaksanaan keprotokoleran dapat mencerminkan bagaimana sebuah organisasi mengelola kegiatan dan melayani para tamu. Karena itu, pemahaman tentang keprotokoleran menjadi bagian penting yang perlu dimiliki kader, khususnya mereka yang terlibat dalam penyelenggaraan acara resmi.
Dalam sesi tersebut, peserta juga diingatkan agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Dua pesan motivasi yang disampaikan ialah, “Lihatlah tantangan sebagai ujian dan lihatlah masalah sebagai teguran,” serta “Tidak ada kata gagal, yang ada hanya sukses atau perlu belajar lagi sampai berhasil.”
Setelah pemaparan materi ketiga, Bu Tina kembali mengajak peserta mengikuti ice breaking untuk mencairkan suasana sebelum memasuki sesi praktik.
Peserta Praktik Membawa Acara dalam Tiga Kelompok
Untuk mengasah keterampilan peserta, panitia membagi mereka menjadi tiga kelompok. Setiap kelompok mendapat tugas mempraktikkan peran sebagai MC dan petugas protokol dengan jenis acara yang berbeda.
Kelompok pertama mendapat tugas membawakan acara semi-formal, kelompok kedua menangani acara formal, sedangkan kelompok ketiga mempraktikkan acara nonformal.
Dalam sesi praktik ini, para narasumber memberikan koreksi dan masukan kepada setiap kelompok. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga kesempatan untuk menerapkannya secara langsung.
Kegiatan diakhiri dengan pemberian hadiah kepada peserta yang dinilai terbaik dalam praktik MC serta kelompok dengan kerja sama terbaik. Setelah itu, acara ditutup dengan doa bersama.
Melalui pelatihan ini, PCA Kademangan berharap para kader semakin percaya diri, terampil, dan siap menjalankan amanah sebagai pembawa acara maupun petugas protokol dalam berbagai kegiatan Aisyiyah dan Muhammadiyah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments