Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan melalui Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) dan Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) menggelar Pelatihan Fasilitator Satu Ranting Satu Kader. Kegiatan ini bekerja sama dengan Pusat Pelatihan RS Muhammadiyah Lamongan dan berlangsung di Hall KH. Abdul Fatah, RS Muhammadiyah Lamongan, Sabtu–Ahad (17–18/10/2026).
Pelatihan selama dua hari ini diikuti peserta dari berbagai unsur Persyarikatan, mulai dari amal usaha Muhammadiyah (AUM) bidang kesehatan, baik klinik maupun rumah sakit, hingga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Lamongan.
Peserta lainnya berasal dari perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), organisasi otonom (Ortom), majelis dan lembaga tingkat daerah, serta takmir masjid binaan.
Dalam pembukaan kegiatan, hadir Ketua PDM Lamongan, Ketua MPKU PDM Lamongan, dan Ketua LPCR PDM Lamongan.
Ranting sebagai Pusat Dakwah dan Pemberdayaan
Ketua PDM Lamongan, KH. Shodikin, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya merawat dan menguatkan ranting Muhammadiyah sebagai ujung tombak gerakan Persyarikatan di tengah masyarakat.
“Ranting merupakan struktur Persyarikatan yang paling dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu, fasilitator ini menjadi bagian dari dakwah dan tajdid untuk menghadirkan solusi atas persoalan umat. Ranting bukan hanya tempat berorganisasi, tetapi juga pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, gagasan Satu Ranting Satu Kader tidak harus dimulai dengan program berskala besar. Gerakan ini dapat diawali dengan memilih seorang kader, memberikan pelatihan dasar, menetapkan tugas, menyediakan materi edukasi, serta melakukan pendampingan secara berkala.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu setiap ranting memiliki kader yang mampu menggerakkan kegiatan dakwah dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Membangun Jaringan Kader hingga Tingkat Masyarakat
Melalui pelatihan fasilitator ini, diharapkan setiap kader dapat menjadi penggerak yang menumbuhkan kelompok-kelompok kecil di lingkungan amal usaha Muhammadiyah, masjid, keluarga, dan masyarakat sekitar.
Keberadaan kader di setiap ranting juga diharapkan memperkuat jaringan dakwah Muhammadiyah agar semakin dekat dengan masyarakat dan mampu memahami persoalan yang dihadapi warga di lingkungannya.
Dengan demikian, gerakan Satu Ranting Satu Kader tidak hanya berorientasi pada penguatan struktur organisasi, tetapi juga mendorong lahirnya kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi umat.
Melalui kolaborasi MPKU, LPCR, dan Pusat Pelatihan RS Muhammadiyah Lamongan, pelatihan ini menjadi salah satu upaya memperkuat peran kader dalam mengembangkan ranting yang aktif, berdaya, dan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments