Perempuan muda berkemajuan tidak cukup hanya menjadi penonton perubahan, tetapi harus berani terlibat dan mengambil peran dalam menentukan arah gerakan. Semangat tersebut ditunjukkan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Sidoarjo dengan mengirimkan 45 kader untuk mengikuti Musyawarah Wilayah (Musywil) XIII Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Ponorogo pada (16–17/10/2026).
Musywil XIII dihadiri delegasi Nasyiatul Aisyiyah dari berbagai daerah di Jawa Timur. Selain menjadi forum konsolidasi organisasi, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memilih Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur periode mendatang melalui mekanisme pemungutan suara elektronik atau electronic voting (e-voting).
Ketua PDNA Sidoarjo, Dr. Nur Rafita Hanun, S.E., M.A., menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses pemilihan hingga tuntas. Ia menilai, penentuan pemimpin organisasi perlu mempertimbangkan visi dan misi, pemahaman terhadap organisasi, serta rekam jejak keterlibatan dalam gerakan Nasyiatul Aisyiyah.
“Kami akan mengawal proses pemilihan ini sampai selesai. Kami ingin memilih calon pemimpin yang jelas visi dan misinya, memiliki keselarasan dengan arah gerak organisasi, serta memahami betul seluk-beluk Nasyiatul Aisyiyah, mulai dari tingkat dasar hingga wilayah. Pengalaman dan keterlibatan nyata dalam organisasi menjadi hal penting agar pemimpin terpilih mampu memahami kebutuhan kader dan tantangan yang dihadapi,” ungkap Nur Rafita Hanun.
Menurutnya, pemilihan dalam Musywil bukan semata-mata tentang pergantian kepengurusan, melainkan bagian dari upaya memastikan keberlanjutan gerakan dan pencapaian tujuan organisasi. Karena itu, proses demokrasi perlu dijalankan dengan mengedepankan kepentingan bersama serta orientasi pada kemajuan Nasyiatul Aisyiyah di Jawa Timur.
Harapan Kedepan
Senada dengan hal tersebut, Risya Tri Rahmayanti MPD, anggota Departemen Kader PDNA Sidoarjo yang hadir sebagai peserta Musywil XIII, berharap proses pemilihan berlangsung secara jujur, adil, dan terbuka.
“Harapan kami, pemilihan ini dapat berlangsung secara jujur, adil, dan terbuka. Siapa pun yang nantinya terpilih menjadi Ketua PWNA Jawa Timur, semoga mampu mengayomi PDNA di seluruh daerah, memberikan ruang bagi kader untuk terus berproses, serta mendorong organisasi agar semakin berkembang dan berprogres,” tutur Risya.
Ia berharap kepemimpinan di tingkat wilayah dapat memperkuat komunikasi dan pendampingan terhadap pimpinan daerah. Dukungan tersebut diperlukan agar proses kaderisasi berjalan lebih optimal, potensi perempuan muda terus berkembang, dan program organisasi semakin relevan dengan kebutuhan kader serta masyarakat.
Kehadiran 50 kader PDNA Sidoarjo dalam Musywil XIII menjadi wujud partisipasi aktif perempuan muda dalam proses pengambilan keputusan organisasi. Forum ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran untuk menyampaikan aspirasi, membangun kedewasaan berdemokrasi, dan memperkuat komitmen terhadap perjuangan bersama.
Lebih dari sekadar agenda organisasi, Musywil XIII merupakan bagian dari proses kaderisasi perempuan muda berkemajuan. Melalui Nasyiatul Aisyiyah, kader perempuan didorong untuk mengembangkan kapasitas diri, memperluas jejaring, serta mengambil peran nyata dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan.
PDNA Sidoarjo berharap momentum ini semakin memperkuat semangat perempuan muda untuk aktif berorganisasi melalui Muhammadiyah dan berkontribusi bagi umat serta bangsa. Sebab, perempuan muda berkemajuan bukan hanya mereka yang memiliki gagasan, tetapi juga mereka yang berani mengambil tanggung jawab, terlibat dalam proses perubahan, dan menghadirkan manfaat melalui kerja nyata. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments