Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida) yang magang secara daring di Penerbit USIM (USIM Press), Universiti Sains Islam Malaysia, Nilai, Negeri Sembilan, membuat dua konten edukasi pada minggu ke-8 magang, Selasa (3/10/2026).
Konten bertema “Your Research is Strong, But…” dan “5 Tahap Sebuah Gagasan Menjadi Buku” itu ditayangkan melalui kanal USIM Press agar penulis pemula memahami proses publikasi ilmiah.
Kerja Sama Tak Hanya Konferensi
Kerja sama Ikom Umsida dan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) tidak lagi sebatas level konferensi, tetapi juga merambah bidang magang. USIM Press adalah penerbit universitas yang bergerak di bidang buku ilmiah dan menerbitkan Ulum Islamiyyah Journal, jurnal bersistem referee yang terbit tiga kali setahun.
Di lingkungan inilah mahasiswa Ikom Umsida mengerjakan produksi video, desain promosi buku, dan konten edukasi, sehingga materi yang mereka buat bersentuhan langsung dengan dunia penerbitan ilmiah.
Penelitian Kuat Belum Tentu Lolos
Konten “Your Research is Strong, But…” berangkat dari kenyataan bahwa reviewer menilai bukan hanya kualitas data, melainkan pada cara penelitian dikomunikasikan dalam naskah. Konten ini merangkum lima hal yang kerap menjadi catatan revisi.
Pertama, kebaruan yang belum tegas, sehingga celah penelitian (research gap) perlu dinyatakan jelas. Kedua, metode yang tidak selaras dengan tujuan penelitian. Ketiga, rujukan yang sedikit atau kurang mutakhir. Keempat, naskah yang tidak sesuai ruang lingkup (scope) jurnal tujuan. Kelima, abstrak yang tidak mewakili isi dan format yang tidak mengikuti panduan penulis.
Pesan utamanya, penulis sebaiknya membaca scope dan panduan penulis sebelum mengirim, lalu memeriksa naskahnya dari sudut pandang reviewer. Revisi juga merupakan bagian wajar dari proses penilaian, bukan tanda penelitian gagal.
Lima Tahap Gagasan Menjadi Buku
Konten kedua memetakan perjalanan sebuah ide hingga menjadi buku. Tahap pertama adalah pematangan gagasan dan riset, termasuk menentukan pembaca sasaran. Tahap kedua adalah penulisan naskah. Tahap ketiga adalah penilaian dan penyuntingan. Pada penerbit universitas pada umumnya, naskah ilmiah dinilai pakar bidang sebelum diterbitkan, lalu disunting dari sisi isi, bahasa, dan struktur. Tahap keempat adalah desain sampul dan tata letak. Tahap kelima adalah produksi, distribusi, dan promosi agar buku sampai ke pembaca.
Ayunda Wiayanti, mahasiswa Ikom Umsida yang terlibat dalam pembuatan konten ini, mengatakan bahwa banyak orang punya gagasan bagus, tetapi belum tahu langkah yang harus dilalui.
“Kami pengen audiens tahu kalau nulis artikel penelitian dan menyunting buku itu ada tahapannya, jadi nggak perlu takut buat mulai.” ujarnya.
Pembuatan kedua konten ini merupakan bagian dari kegiatan magang. Prosesnya mencakup menggali materi, menyusun naskah konten, merancang tampilan visual, lalu merevisinya agar informasi mudah dipahami. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments