Mengenalkan dunia remaja sejak dini menjadi salah satu upaya SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Gresik dalam membentuk karakter peserta didik. Melalui program Wali Murid Mengajar, sekolah menghadirkan anggota kepolisian untuk memberikan edukasi tentang pergaulan, tantangan remaja, dan kesadaran hukum.
Kegiatan yang berlangsung Selasa (3/11/2026) ini menghadirkan Bripka Angga Triprasetyo, S.H., Bintara Unit 1 Satuan Intelijen dan Keamanan Polres Gresik. Ia merupakan ayah dari Nabil Satya Putra Agani, siswa kelas VI Brantas SD Almadany.
Di hadapan 106 siswa kelas V dan VI, Bripka Angga menyampaikan materi bertema “Mengenal Dunia Remaja: Pergaulan, Tantangan, dan Kesadaran Hukum”.
Untuk membuka pembelajaran, ia mengajak siswa berdiskusi dengan mengajukan pertanyaan, “Apa itu kenakalan remaja?”
Salah satu siswa, Muhammad Khalif Sakha Kenedyanto, mencoba menjawab, “Remaja yang melakukan pelanggaran.”
Bripka Angga mengapresiasi jawaban tersebut sekaligus memberikan penjelasan lebih lengkap.
“Bagus, Mas Sakha. Kalau dilengkapi, kenakalan adalah perilaku buruk yang melanggar aturan dan bisa merugikan diri sendiri serta teman,” ujarnya.
Membangun Kebiasaan Baik
Pria yang sehari-hari bertugas sebagai ajudan pribadi Wakil Bupati Gresik ini kemudian mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan baik sejak usia sekolah. Menurutnya, masa depan yang cerah dapat diwujudkan dengan menjadi anak yang hebat, disiplin, dan jujur.
Ia pun menjelaskan empat perilaku yang perlu dihindari para siswa.
Pertama, perundungan atau bullying, baik berupa mengejek, menghina, mengucilkan, maupun menyakiti teman. “Stop menyakiti teman! Sayangi sesama,” ajaknya.
Kedua, kebiasaan berkelahi. Ia mengingatkan agar siswa tidak menggunakan kekerasan ketika menghadapi masalah dengan teman. Sebaliknya, mereka diminta menyelesaikan persoalan melalui komunikasi yang baik atau meminta bantuan guru.
Ketiga, penggunaan telepon genggam atau gadget secara berlebihan. Siswa diajak mengatur waktu bermain dan tidak membiarkan permainan membuat mereka lupa belajar. Gadget sebaiknya dimanfaatkan untuk kegiatan positif dengan tetap berada dalam pengawasan orang tua.
Keempat, perilaku tidak jujur. Ia menegaskan bahwa anak hebat tidak menyontek ataupun mengambil barang milik orang lain. Menurutnya, kejujuran merupakan karakter penting yang harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Stop menyontek! Selain dijauhi teman, nilai akan turun dan orang tua akan sedih,” pesannya.
Selain itu, Bripka Angga mengingatkan tujuh kebiasaan anak hebat, yaitu rajin beribadah, menghormati orang tua dan guru, memilih teman yang baik, rajin belajar dan membaca, bijak menggunakan gadget, berani menolak ajakan buruk, serta melaporkan kepada guru atau orang tua apabila mengalami atau melihat tindakan yang membahayakan.
Dalam pesannya, ia mengajak seluruh siswa menjadi generasi yang disiplin, jujur, dan berani membela kebenaran.
“Jadilah anak hebat, bukan anak yang ditakuti, melainkan anak yang disayangi karena kebaikannya. Masa depan cerah dimulai hari ini. Jadilah generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan cinta tanah air,” tuturnya mengakhiri materi. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments