Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Jampanal 2026 Resmi Ditutup, Ketua Kwarwil HW Jatim: Kita Sedang Menyiapkan Pemimpin Masa Depan

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Jampanal 2026 Resmi Ditutup, Ketua Kwarwil HW Jatim: Kita Sedang Menyiapkan Pemimpin Masa Depan
Jampanal 2026 Resmi Ditutup, Ketua Kwarwil HW Jatim: Kita Sedang Menyiapkan Pemimpin Masa Depan. (Alfain/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Jambore Pengenal (Jampanal) 2026 secara resmi ditutup oleh Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan (Kwarwil HW) Jawa Timur, Fathurrahim Syuhadi, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diselenggarakan di Bumi Perkemahan Hizbul Wathan Jawa Timur, Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Jampanal 2026 diikuti 1.400 peserta dan pembina dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Para peserta terbagi dalam tiga jenjang kepanduan, yakni Pandu Pengenal Purwa, Pengenal Madya, dan Pengenal Utama. Mereka mengikuti berbagai kegiatan kepanduan yang dirancang untuk mengembangkan karakter, kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat persaudaraan.

Dalam sambutan penutupan, Fathurrahim Syuhadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh Kwartir Daerah se-Jawa Timur, panitia, pembina, pendamping, dan peserta yang telah berpartisipasi menyukseskan Jampanal 2026.

Menurutnya, jambore bukan sekadar kegiatan perkemahan dan pertemuan antarpandu. Lebih dari itu, Jampanal merupakan bagian dari proses pendidikan dan kaderisasi untuk menyiapkan generasi penerus persyarikatan Muhammadiyah dan bangsa Indonesia.

Menyiapkan Pemimpin Masa Depan

Fathurrahim Syuhadi menegaskan bahwa Bumi Perkemahan Hizbul Wathan Jawa Timur menjadi tempat penting dalam proses menyiapkan calon pemimpin masa depan.

“Di tempat perkemahan ini sedang disiapkan pemimpin masa depan persyarikatan dan bangsa. Insyaallah, 25 tahun ke depan, mereka yang sekarang menjadi peserta Jampanal sudah siap menjadi pemimpin bangsa. Bahkan, mereka siap menjadi pemimpin nasional,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pendidikan kepanduan memiliki orientasi jangka panjang. Anak-anak dan remaja yang hari ini mengikuti kegiatan Jampanal merupakan generasi yang kelak akan mengambil peran dalam kehidupan organisasi, masyarakat, dan negara.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Karena itu, pembinaan kepanduan harus dilakukan secara sungguh-sungguh, terarah, dan berkelanjutan. Mereka tidak cukup hanya dibekali keterampilan kepramukaan atau kepanduan, tetapi juga perlu ditanamkan nilai keislaman, akhlak mulia, tanggung jawab, keberanian, serta jiwa kepemimpinan.

Fathurrahim Syuhadi juga mengingatkan bahwa pengalaman selama tiga hari di perkemahan harus menjadi bekal bagi peserta ketika kembali ke daerah masing-masing.

Melalui berbagai aktivitas jambore, peserta belajar hidup mandiri, bekerja sama, menghargai perbedaan, mematuhi aturan, dan menyelesaikan persoalan bersama. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam membentuk pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab.

Ia berharap para pembina terus melakukan pendampingan setelah Jampanal berakhir. Dengan demikian, semangat dan nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta dikembangkan melalui kegiatan Hizbul Wathan di masing-masing daerah.

Jampanal 2026 pun resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari. Namun, penutupan kegiatan bukanlah akhir dari proses pembinaan. Justru, kegiatan ini menjadi awal untuk melanjutkan pendidikan kepanduan dan menyiapkan kader-kader pemimpin masa depan.

Sebanyak 1.400 peserta dan pembina yang berkumpul di Bumi Perkemahan HW Jawa Timur diharapkan membawa pulang pengalaman, persahabatan, dan semangat baru untuk terus bertumbuh menjadi generasi berkarakter dan siap mengabdi bagi persyarikatan, umat, dan bangsa. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 03/11/2026 22:16
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu