Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Ziarah ke Madinah: Masjid Quba, Jejak Hijrah dan Peradaban

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Ziarah ke Madinah: Masjid Quba, Jejak Hijrah dan Peradaban
Romongan umrah di depan Masjid Quba. Foto: Dok/Pribadi
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
Oleh : Ridwan Manan Ketua Takmir Masjid Ar Royyan Muhammadiyah Buduran Sidoarjo, Kepala SMA Pondok Pesantren Al Fattah Sidoarjo

Belum lengkap rasanya perjalanan ke Madinah jika belum berziarah ke Masjid Quba. Dari kejauhan, keindahan dan kemegahan masjid yang didominasi warna putih ini sudah tampak memikat.

Selasa (3/11/2026), pukul 10.30, kami tiba di Masjid Quba. Masjid yang tertata rapi, bersih, dan memiliki area parkir luas ini menambah kekaguman setiap peziarah.

Pagi itu, peziarah dari Turki, Uzbekistan, Indonesia, dan berbagai negara lainnya memenuhi ruang utama masjid.

Mereka datang untuk menunaikan salat dua rakaat, sebagaimana keutamaan yang disampaikan Rasulullah saw. Salat di Masjid Quba memiliki pahala setara dengan umrah.

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ ‌تَطَهَّرَ ‌فِي ‌بَيْتِهِ، ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءٍ فَصَلَّى فِيهِ صَلَاةً كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ

“Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian datang ke Masjid Quba, lalu salat di dalamnya satu salat, maka baginya pahala seperti umrah.” (HR. Ibnu Majah)

Masjid dan Pusat Peradaban

Masjid Quba mempunyai tempat istimewa dalam sejarah peradaban umat Islam. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun Rasulullah saw ketika tiba di Madinah dalam perjalanan hijrah dari Makkah.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Masjid yang dibangun sejak hari pertama atas dasar iman, takwa, dan persaudaraan ini keistimewaannya diabadikan Allah dalam Surah At-Taubah ayat 108.

“Janganlah kamu bersembahyang dalam masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih patut kamu salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersih.”

Bangunan masjid yang sederhana itu menjadi tempat menyatukan umat sekaligus pusat membangun peradaban.

Saat itu, Islam belum memiliki bangunan-bangunan megah seperti sekarang. Namun, dari sebuah masjid sederhana, Rasulullah membangun kekuatan umat melalui iman, ilmu, persaudaraan, dan kebersamaan.

Masjid bukan hanya tempat mendirikan salat lima waktu. Masjid juga menjadi pusat pendidikan, pembinaan akhlak, penguatan ukhuwah, dan tempat menyiapkan generasi masa depan.

Pelajaran penting bagi kita adalah bagaimana memfungsikan masjid bukan hanya sebagai tempat salat, tetapi juga memakmurkannya dengan menghidupkan berbagai aktivitas di dalamnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 03/11/2026 21:41
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu