Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pengajian Ahad Pagi Edisi Kemerdekaan, Masjid Al Furqon Jetis Bagikan Paket Sayur dan Sembako Murah

Iklan Landscape Smamda
Pengajian Ahad Pagi Edisi Kemerdekaan, Masjid Al Furqon Jetis Bagikan Paket Sayur dan Sembako Murah
Muhammad Rizki Amin, S.Ag. menyampaikan tausiyah dalam Pengajian Umum Ahad Pagi di Masjid Al-Furqon. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Semarak Agustus dan suasana kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Masjid Al Furqon Muhammadiyah Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, untuk menghadirkan kegiatan yang memadukan dakwah dengan kepedulian sosial kepada masyarakat.

Melalui Pengajian Umum Ahad Pagi ke-4, Takmir Masjid Al Furqon Muhammadiyah mengemas kegiatan dengan sejumlah program sosial bagi jamaah dan warga sekitar. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Belajar Ketahanan Iman dari Ashabul Ukhud” dengan menghadirkan Ustadz Muhammad Amin Rizki, S.Ag., dari Majelis Tabligh PRM Penambangan Balongbendo sebagai penceramah, (23/08/2026)

Pengajian edisi Agustus ini memiliki suasana yang berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Kali ini Takmir Masjid Al Furqon menambahkan jumlah penerima manfaat sosial sebagai bagian dari semarak kemerdekaan. Sebanyak 170 paket sayuran gratis disiapkan bagi jamaah yang hadir. Selain itu, takmir masjid juga menyalurkan 8 paket santunan kepada masyarakat yang membutuhkan dan berdomisili di sekitar masjid.

Tidak berhenti pada pembagian bantuan, jamaah juga dapat memanfaatkan bazar sembako murah yang digelar melalui kerja sama dengan Suryamart Mojokerto. Program tersebut menjadi salah satu ikhtiar masjid untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Bentuk Kepedulian kepada Masyarakat

Bagi Takmir Masjid Al Furqon, momentum Agustusan tidak cukup jika hanya diisi dengan kegiatan yang bersifat seremonial. Semangat kemerdekaan juga perlu diterjemahkan dalam bentuk kepedulian, kebersamaan, dan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, kegiatan pengajian sengaja dipadukan dengan program sosial. Dakwah tidak hanya disampaikan melalui lisan, tetapi juga dihadirkan melalui tindakan nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Di tengah rangkaian kegiatan sosial tersebut, pengajian tetap menjadi inti kegiatan. Tema “Belajar Ketahanan Iman dari Ashabul Ukhud” dipilih untuk mengajak jamaah mengambil pelajaran dari kisah orang-orang beriman yang mempertahankan keyakinannya di tengah tekanan dan ancaman.

Ustadz Muhammad Amin Rizki menjelaskan bahwa kisah Ashabul Ukhud mengandung pesan penting tentang keteguhan iman dan keberanian dalam mempertahankan kebenaran.

“Kisah Ashabul Ukhud mengandung pesan tentang keteguhan iman, keberanian mempertahankan kebenaran, serta pentingnya tidak mudah menyerah ketika menghadapi ujian,” tuturnya.

Menurutnya, pesan tersebut tetap relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan keagamaan dapat menjadi ujian yang membutuhkan keteguhan iman.

Melalui kajian tersebut, jamaah diharapkan tidak berhenti pada pemahaman terhadap kisah Al-Quran, tetapi mampu mengambil nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketahanan iman, misalnya, dapat diwujudkan dengan tetap memegang prinsip kebaikan ketika menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Dengan demikian, pengajian tidak sekadar menjadi ruang untuk menambah pengetahuan keislaman. Majelis ilmu juga diharapkan mampu melahirkan sikap dan tindakan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Masjid yang Hadir, Bukan Sekadar Berdiri

Bagi Takmir Masjid Al Furqon, pengembangan fungsi masjid menjadi salah satu bagian penting dari gerakan memakmurkan masjid. Masjid tidak hanya diposisikan sebagai tempat shalat dan pengajian, tetapi juga sebagai ruang bertemunya masyarakat, pusat pendidikan, dakwah, serta pelayanan sosial.

SMPM 5 Pucang SBY

Hal itu terlihat dari program sosial yang terus dikembangkan bersamaan dengan Pengajian Umum Ahad Pagi. Hingga pelaksanaan pengajian Ahad Pagi yang ke-3 kali ini, Masjid Al Furqon telah menyalurkan santunan kepada 15 jamaah yang berasal dari kalangan yatim/piatu, fakir miskin, hingga mualaf.

Namun, bagi pengurus masjid, jumlah penerima bantuan tersebut bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan. Takmir menyadari bahwa banyaknya bantuan yang disalurkan baru menunjukkan ukuran kuantitas. Lebih dari itu, masjid perlu memikirkan bagaimana keberadaan program tersebut dapat memberikan dampak terhadap kehidupan penerima manfaat.

Masjid yang hanya menghitung jumlah penerima bantuan tanpa memperhatikan perubahan kehidupan mereka belum sepenuhnya menjalankan fungsi pemakmuran masjid. Karena itu, semangat yang ingin dibangun adalah menghadirkan masjid yang benar-benar dekat dengan jamaah dan masyarakat. Masjid yang hadir bukan sekadar berdiri dengan bangunan fisik, tetapi mampu menjadi bagian dari proses perubahan kehidupan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, pembagian paket sayur, santunan, dan bazar sembako murah bukan sekadar kegiatan tambahan dalam pengajian. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menerjemahkan nilai-nilai keagamaan ke dalam amal nyata.

Semangat Kemerdekaan dalam Amal Nyata

Momentum kemerdekaan Republik Indonesia juga menjadi pengingat bahwa semangat membangun bangsa dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Masyarakat tidak selalu harus melakukan sesuatu yang besar untuk berkontribusi.

Menjaga hubungan baik dengan tetangga, membantu warga yang membutuhkan, memperkuat persaudaraan, serta menciptakan lingkungan sosial yang saling peduli merupakan bentuk kontribusi yang dapat dilakukan setiap orang. Tanpa harus memandang bendera ormas. Semangat tersebut pula yang ingin dihidupkan Masjid Al Furqon melalui Pengajian Umum Ahad Pagi edisi kemerdekaan.

Bazar sembako murah bersama Suryamart Mojokerto, misalnya, diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga membuka ruang silaturahmi antara jamaah, pengurus masjid, dan warga sekitar.

Begitu pula dengan paket sayur gratis. Program sederhana tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi jamaah yang hadir sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan masjid.

Pengajian Umum Ahad Pagi menjadi salah satu agenda yang terus dikembangkan Masjid Al Furqon Muhammadiyah Mlirip Jetis. Melalui agenda tersebut, takmir masjd berusaha membangun tradisi majelis ilmu yang tidak hanya memberikan pencerahan keagamaan, tetapi juga memiliki dampak sosial.

Pada akhirnya, memakmurkan masjid bukan hanya tentang seberapa banyak orang yang datang untuk beribadah. Lebih dari itu, masjid diharapkan mampu menjadi tempat tumbuhnya ketakwaan sekaligus kepedulian sosial.

Semangat kemerdekaan pun tidak berhenti pada perayaan dan seremonial. Dari masjid, semangat tersebut dapat diterjemahkan menjadi gerakan kecil yang nyata, yakni berbagi kepada sesama, menguatkan yang lemah, membangun persaudaraan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Sebab, masjid yang benar-benar hadir bukan sekadar masjid yang berdiri, tetapi masjid yang mampu menjadi bagian dari perubahan kehidupan umat. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 24/08/2026 18:02
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu