Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Terinspirasi Film Sore, KKN MAs 04 Bumiaji Adakan Dialog Lintas Generasi Bersama Tokoh Perempuan Aisyiyah

Iklan Landscape Smamda
Terinspirasi Film Sore, KKN MAs 04 Bumiaji Adakan Dialog Lintas Generasi Bersama Tokoh Perempuan Aisyiyah
Kegiatan menulis lembar refleksi di akhir sesi (Atina Hilma salsabila/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kelompok KKN MAs 04 Bumiaji sukses menggelar agenda Bincang Keperempuanan bertajuk “Sore Hari Ini, Untuk Masa Depan Besok” pada Sabtu (22/08/2026). Bertempat di Mushola Mujahidin RW 01 Dusun Banaran, kegiatan ini mengusung konsep yang terinspirasi dari film populer Sore: Istri dari Masa Depan.

Diskusi ini dirancang sebagai ruang dialog hangat lintas generasi, menghadirkan para tokoh Pimpinan Ranting Aisyiyah Banaran bersama mahasiswa KKN MAs 04 sebagai representasi generasi muda.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh MC, lalu dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an secara khidmat. Memasuki agenda utama, moderator membuka diskusi dengan mengusung analogi “pesan dari masa depan”. Pengalaman hidup para tokoh Aisyiyah dihadirkan sebagai cermin reflektif sekaligus penuntun arah bagi generasi muda dalam meniti pendidikan, karier, hingga kesiapan membangun rumah tangga.

Sesi sharing berlangsung penuh kehangatan. Ibu Siti Aminah membuka dialog dengan membagikan refleksi mendalam mengenai nilai keikhlasan, khususnya dalam menerima setiap ujian kehilangan dan ketetapan hidup. Sementara itu, Zulaikha memberikan motivasi kuat terkait pentingnya pendidikan. Beliau mengingatkan para mahasiswa untuk selalu mengingat perjuangan orang tua yang mendukung di belakang mereka.

“Ujian terbesar nanti setelah lulus adalah tentang pekerjaan. Kita harus mempersiapkan diri agar cerdas secara emosional dan sosial. Kejarlah pendidikan setinggi mungkin; pendidikan memang tidak menjamin kesuksesan, tetapi bisa membuat cara berpikir kita menjadi jauh lebih baik,” puji Zulaikha.

SMPM 5 Pucang SBY

Diskusi berlanjut pada topik pengasuhan (parenting). Para tokoh Aisyiyah menegaskan bahwa seorang ibu merupakan ujung tombak pendidikan karena menjadi teladan pertama bagi anak. Ibu harus berperilaku baik, tidak membandingkan antar-anak, serta bijak mengelola konflik rumah tangga agar tidak diperlihatkan di depan anak.

Sebelum penutupan, suasana berubah makin syahdu pada sesi refleksi khusus. Mahasiswa membagikan selembar kertas kepada ibu-ibu Aisyiyah dan meminta mereka menuliskan harapan, pesan, serta bentuk kelapangan dada atas segala permasalahan hidup yang pernah dilalui.

Lembaran pesan ini menjadi simbol warisan keteguhan hati yang berharga bagi generasi muda. Sesi ini kemudian diakhiri dengan pesan emas dari para senior, doa bersama, dan foto bersama. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu