Suasana di halaman Perguruan Muhammadiyah Wotan, Panceng, Gresik, tampak begitu hidup pada Senin (24/8/2026) pagi. Di bawah naungan langit biru yang cerah, ratusan siswa dari MI Muhammadiyah 4 Wotan (MI Mudipat) dan MTs Muhammadiyah 9 Wotan (MTs Mudahlan) berkumpul memakai seragam kepanduan lengkap.
Balutan pita warna-warni dan kibaran bendera Hizbul Wathan (HW) mengubah lapangan sekolah menjadi panggung dinamika muda yang siap menempa diri dalam Pekan Jambore ke-20 Kepanduan HW.
Perhelatan yang dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (28/8/2026) ini dirancang lebih dari sekadar agenda kamping tahunan. Di balik deretan tenda dan kegiatan lapangan, tersimpan ruang tempa bagi pembentukan mental, jiwa kepemimpinan, serta kemandirian para peserta didik.
Kemeriahan upacara pembukaan tidak hanya dirasakan oleh para siswa. Semangat ukhuwah terlihat jelas dari hadirnya jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah Wotan beserta seluruh elemen Organisasi Otonom (Ortom)—mulai dari ‘Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, hingga IPM. Tak ketinggalan, dukungan penuh dari Komite Sekolah dan Ikatan Wali Murid mempertegas komitmen bersama dalam mengawal tumbuh kembang karakter generasi muda.
Hadir memimpin upacara, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) HW Kabupaten Gresik, Mukromin Latif, S.Pd., memberikan arahan yang membakar semangat para pandu muda.
“Jambore HW bukan sekadar ajang berkumpul dan bersenang-senang. Ini adalah tempat kalian ditempa. Di sinilah akan lahir calon-calon pemimpin masa depan Muhammadiyah dan bangsa. Kita butuh generasi yang berani, tangguh, jujur, mencintai tanah air, dan setia pada nilai-nilai Islam,” lugas Mukromin di hadapan peserta.
Sorak-sorai dan irama Tepuk Hizbul Wathan langsung membahana begitu balon pembukaan dilepas ke udara. Momen tersebut dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta secara simbolis, menandai kesiapan para pandu melakoni rangkaian kegiatan selama lima hari ke depan.
Antusiasme Peserta Jambore ke-20
Antusiasme luar biasa begitu terasa di antara barisan peserta. Salah satu siswa yang bertugas sebagai pimpinan upacara, Argo Dafa Pradhana, tidak bisa menyembunyikan rasa senang dan bangganya saat mengikuti pembukaan Jambore ke-20 ini.
“Saya sudah menantikan acara ini dari jauh-jauh hari! Selain bisa berkemah bareng teman-teman, saya ingin belajar banyak hal baru tentang kepanduan, melatih kemandirian, dan tentu saja memenangkan lomba-lomba regu. Semangatnya makin membakar pas dengar amanat pembina tadi,” ungkap Argo dengan mata berbinar.
Bagi Perguruan Muhammadiyah Wotan, arena Jambore adalah laboratorium sosial. Setiap tenda yang berdiri menjadi arena latihan hidup mandiri, sementara setiap tantangan dan perlombaan dirancang untuk mengasah kepedulian serta kerja sama tim.
“Kami berharap Jambore ini dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental, memiliki jiwa sosial yang tinggi, dan teguh dalam keimanan,” ungkap Ketua Panitia sekaligus Guru Pembina, Nur Syahid.
Pekan Jambore ke-20 Kepanduan HW ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter di Wotan terus bergerak seimbang—menyelaraskan ketajaman intelektual dengan keteguhan spiritual dan kepedulian sosial, demi menyiapkan para penerus estafet kepemimpinan bangsa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments