Keimanan merupakan modal utama bagi setiap Muslim untuk mencapai derajat takwa. Dengan iman, seseorang memiliki landasan kuat untuk melakukan amal sholeh, sehingga terbuka peluang besar menjadi pribadi yang bertakwa.
Amal sholeh menjadi dambaan setiap orang beriman. Mereka yang ingin meraih derajat takwa akan terus berusaha melakukan kebaikan, bahkan meningkatkannya, agar tujuan hidup yang diharapkan dapat tercapai.
Namun, dalam kehidupan dunia yang fana ini, manusia tidak lepas dari berbagai ujian, baik berupa kebaikan maupun keburukan. Sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala dalam Surah Al-Anbiya ayat 35:
” Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”
Ujian tersebut juga menimpa orang-orang yang beriman. Oleh karena itu, mereka yang beriman dan beramal sholeh harus senantiasa menjaga hati agar tidak terkotori oleh sifat-sifat tercela. Salah satu sifat yang sangat berbahaya dan dapat menghapus amal sholeh adalah dengki.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Jauhilah oleh kalian sifat dengki, karena sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.” HR. Abu Dawud.
Sifat dengki dapat menghapus amal sholeh yang telah dikumpulkan dalam waktu lama. Perasaan tidak senang melihat kebahagiaan orang lain, bahkan keinginan untuk menghilangkannya, menjadi tanda tumbuhnya penyakit hati ini. Jika dibiarkan, dengki dapat merusak seluruh amal kebaikan yang telah dilakukan.
Tidak hanya itu, dengki juga merusak keharmonisan persaudaraan. Sifat ini melahirkan kebencian terhadap orang lain, terutama kepada mereka yang dianggap tidak sejalan. Akibatnya, hubungan sosial menjadi renggang dan nilai-nilai kebaikan semakin terkikis.
Kedengkian merupakan sifat tercela yang berdampak buruk terhadap jiwa. Jika tidak dikendalikan, ia akan merusak karakter dan menghilangkan berbagai kebaikan yang telah dimiliki seseorang.
Agar sifat dengki tidak tumbuh dalam diri, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan:
1. Bersyukur kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala
Bersyukur berarti menggunakan nikmat Allah sesuai dengan kehendak-Nya. Dengan bersyukur, seseorang akan lebih bijak dalam menilai mana yang benar dan salah, serta mana yang mendatangkan ridha atau murka Allah.
2. Merasa cukup dengan pemberian Allah Subhaanahu wa Ta’ala
Sikap qana’ah membuat seseorang merasa cukup dengan rezeki yang diberikan Allah. Dengan demikian, tidak ada rasa iri terhadap orang lain, meskipun mereka memperoleh lebih banyak.
3. Meyakini kehendak Allah Subhaanahu wa Ta’ala tidak dapat dihalangi
Apa yang telah ditetapkan Allah tidak dapat diubah oleh siapa pun. Kedengkian terhadap orang lain hanya akan menambah kegelisahan tanpa memberikan manfaat apa pun. Sebaliknya, keyakinan ini akan menghadirkan ketenangan dalam hidup.
Pada akhirnya, menjaga hati dari sifat dengki merupakan bagian penting dalam mempertahankan amal sholeh. Sebab, kehancuran amal tidak selalu disebabkan oleh kurangnya ibadah, tetapi bisa berasal dari penyakit hati yang dibiarkan tumbuh tanpa kendali.





0 Tanggapan
Empty Comments