Tumpukan sampah plastik yang terseret hingga bibir Pantai Cemara Banyuwangi Jawa Timur menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan masih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Berangkat dari kepedulian tersebut, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Banyuwangi Jawa Timur menggelar kegiatan bertajuk “Bonding with Earth, Grounding with Heart: Young Women Guardians of Civilization”.
Adapun kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah, Sabtu (30/05/2026).
Kolaborasi dengan Komunitas Tuli
Kegiatan yang berlangsung di Pantai Cemara, Pakis, Banyuwangi, ini menghadirkan kolaborasi antara kader Nasyiatul Aisyiyah se-Kabupaten Banyuwangi dan komunitas tuli untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat semangat inklusivitas.
Acara berawal dengan pembukaan yang terhadiri Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur Zahrotul Jannah SKom MM, Ketua PDNA Banyuwangi Roudhotul Jannah SPdI, MPd beserta pengurus, Ketua Komunitas Tuli Banyuwangi Kak Putri Pangestu beserta jajaran.
Kemudian hadir pula perwakilan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN) Banyuwangi Kak Ricky Maleby Reksatama, serta perwakilan Rumah Quran Sahabat Tuli (RQST) Irsyadut Tholibien Ibu Alfia Nurin Ni’mah.
Rangkaian pembukaan ini terbuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Nasyiatul Aisyiyah.
Dalam sambutannya, Ketua PDNA Banyuwangi, Roudhotul Jannah SPdI MPd menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mewakili Pimpinan Daerah mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan semua pihak. Alhamdulillah kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat kolaborasi berbagai pihak” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut selaras dengan program Merdeka Sampah yang terus digaungkan oleh Nasyiatul Aisyiyah.
“Kami ingin perempuan muda Nasyiatul Aisyiyah menjadi agen perubahan yang dimulai dari diri sendiri. Salah satunya melalui kebiasaan sederhana seperti membawa tumbler, kotak makan, dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai” tambahnya.
Hadirkan Puluhan Kader NA
Secara keseluruhan, kegiatan ini teramaikan oleh sekitar 60 kader Nasyiatul Aisyiyah yang mewakili 17 Pimpinan Cabang se-Kabupaten Banyuwangi, serta berbaur bersama 12 teman tuli dari berbagai wilayah di Banyuwangi.
Usai pembukaan, peserta mengikuti aksi Beach Clean Up dengan menyisir area pesisir Pantai Cemara untuk mengumpulkan sampah yang berserakan.
Berbagai jenis sampah ditemukan, mulai dari styrofoam, bungkus makanan, sedotan plastik, hingga popok sekali pakai yang terbawa arus sungai menuju laut.
Menurut Roudhotul Jannah SPdI, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dipilihnya Pantai Cemara sebagai lokasi kegiatan.
“Pantai merupakan titik akhir dari aliran sungai yang bermuara ke laut. Ketika kami melakukan aksi bersih pantai, masih banyak ditemukan sampah yang terbawa dari sungai. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih perlu ditingkatkan” jelasnya.
Setelah aksi bersih pantai dan sesi foto bersama, kegiatan berlanjut dengan Inclusive Eco Dialogue. Pada sesi ini, peserta berdiskusi mengenai isu lingkungan sekaligus pentingnya membangun ruang yang ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas dalam berbagai aktivitas sosial dan edukasi.
Perwakilan PCNA Siliragung, Devy Liana Tunikmah SPd, yang hadir dalam acara tersebut turut bangga dan haru. ” Saya terharu dan bangga dapat mengikuti kegiatan PDNA Banyuwangi, dengan hadirnya teman-teman tuli Banyuwangi membuat saya bertambah bersyukur dan bertadabur dengan alam. Salah satu bentuk syukur yang bisa lakukan adalah dengan menjaga lingkungan” ungkapnya berkaca-kaca.
Kenali Ragam Bahasa Isyarat
Rangkaian kegiatan kemudian bersambung dengan Eco Sign Language Mini Class yang dipandu oleh Komunitas Tuli Banyuwangi.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak mengenal dasar-dasar bahasa isyarat. Mulai dari memperkenalkan diri, mengeja huruf alfabet, menyebutkan nama, hingga mempraktikkan pengucapan Bismillah dan Surah Al-Fatihah menggunakan bahasa isyarat.
Suasana belajar berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap gerakan yang dicontohkan oleh instruktur dari komunitas tuli.
Kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi banyak peserta sekaligus membuka pemahaman bahwa komunikasi dapat dibangun melalui berbagai cara.
Melalui perpaduan aksi lingkungan dan edukasi inklusif, PDNA Banyuwangi ingin menunjukkan bahwa menjaga bumi dan membangun masyarakat yang ramah terhadap keberagaman merupakan tanggung jawab bersama.
Semangat Young Women Guardians of Civilization diwujudkan tidak hanya melalui kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga melalui upaya merangkul semua kalangan tanpa terkecuali.
“Kami berharap generasi muda terus semangat menjaga dan melestarikan lingkungan. Mulailah dari langkah-langkah kecil yang bisa dilakukan dari diri sendiri karena perubahan besar selalu berawal dari kebiasaan sederhana” pungkas Roudhotul Jannah, SPdI MPd.





0 Tanggapan
Empty Comments