Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

12 Mahasiswa Magister HES UMSura Diyudisium, Bahas Dampak Konflik Iran–Amerika-Israel terhadap Ekonomi Jatim

Iklan Landscape Smamda
12 Mahasiswa Magister HES UMSura Diyudisium, Bahas Dampak Konflik Iran–Amerika-Israel terhadap Ekonomi Jatim
12 Mahasiswa Magister HES UMSurabaya Diyudisium, Bahas Dampak Konflik Iran–Amerika-Israel terhadap Ekonomi Jatim
pwmu.co -

Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya menggelar Yudisium Semester Gasal Tahun Akademik 2026 bagi mahasiswa Program Magister Hukum Ekonomi Syariah (HES), Sabtu (30/5/2026), di Hotel Goldvitel Surabaya.

Sebanyak 12 mahasiswa Magister HES resmi diyudisium setelah menyelesaikan seluruh rangkaian studi akademik pada jenjang magister.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan kuliah umum yang menghadirkan Donni Fajar Anugrah, Ph.D. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan materi bertajuk “Pengaruh Perang Iran versus Amerika-Israel terhadap Perekonomian Jawa Timur”.

Acara dihadiri mahasiswa peserta yudisium, mahasiswa Program Doktor (S3) Studi Islam, dosen, serta jajaran pimpinan Sekolah Pascasarjana UMSura.

Turut hadir Direktur Sekolah Pascasarjana Dr. M. Ridwan, M.Pd, Wakil Direktur Dr. Sholikhul Huda, M.Fil.I, Ketua Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah Dr. Warsidi, M.M., serta Ketua Program Studi Doktor Studi Islam Prof. Dr. Abd Hadi, M.Ag.

Yudisium dan kuliah umum dibuka secara resmi oleh Rektor UMSura, Prof. Dr. Mundakir, M.Kep.. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang berhasil menyelesaikan studi magister serta menekankan pentingnya peran lulusan perguruan tinggi dalam menjawab tantangan zaman.

“Pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan ijazah, tetapi juga membentuk karakter, integritas, dan kemampuan berpikir kritis. Lulusan magister harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan umat,” ujar Mundakir.

Menurutnya, perkembangan dunia yang semakin dinamis menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan adaptif serta kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, hukum, dan kemanusiaan yang terjadi, baik di tingkat nasional maupun global.

Direktur Sekolah Pascasarjana UMSura, Dr. M. Ridwan, M.Pd, menyampaikan bahwa yudisium merupakan momentum penting untuk meneguhkan komitmen akademik sekaligus menjadi titik awal pengabdian lulusan di tengah masyarakat.

“Kami berharap para lulusan Magister HES mampu menjadi akademisi, praktisi, maupun pemimpin yang memiliki perspektif keislaman, keilmuan, dan kebangsaan yang kuat dalam menghadapi berbagai persoalan kontemporer,” katanya.

Menurutnya, lulusan Magister Hukum Ekonomi Syariah diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan hukum dan ekonomi syariah yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

SMPM 5 Pucang SBY

Pada sesi kuliah umum, Donni Fajar Anugrah menjelaskan bahwa konflik geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memiliki dampak luas terhadap perekonomian global.

Salah satu sektor yang paling rentan terdampak adalah energi, khususnya harga minyak dunia yang berpotensi mengalami kenaikan akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Menurut Donni, gejolak tersebut dapat memengaruhi stabilitas ekonomi Indonesia, termasuk Jawa Timur sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Dampaknya dapat dirasakan melalui fluktuasi nilai tukar, peningkatan biaya produksi, hingga gangguan terhadap rantai pasok perdagangan internasional.

“Ketika terjadi eskalasi konflik di kawasan strategis dunia, maka efeknya tidak hanya dirasakan negara-negara yang berkonflik, tetapi juga negara-negara lain yang terhubung dalam sistem ekonomi global. Karena itu, daerah perlu memperkuat daya tahan ekonominya,” jelasnya.

Wakil Direktur Pascasarjana UMSura, Dr. Sholikhul Huda, M.Fil.I, menambahkan bahwa penyelenggaraan kuliah umum yang dipadukan dengan yudisium merupakan bagian dari upaya kampus memperluas wawasan mahasiswa terhadap isu-isu strategis yang berkembang di tingkat global.

“Mahasiswa pascasarjana tidak cukup hanya memahami teori di ruang kelas. Mereka juga harus mampu membaca perubahan sosial, politik, dan ekonomi dunia serta dampaknya terhadap masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Program Magister Hukum Ekonomi Syariah UMSura sendiri terus berkomitmen melahirkan lulusan yang unggul dalam bidang hukum dan ekonomi syariah, serta memiliki kemampuan analitis dalam merespons berbagai tantangan kontemporer.

Melalui kegiatan ini, para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah dan pembangunan bangsa di masa mendatang.

Revisi Oleh:
  • Satria - 31/05/2026 18:12
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu