Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Talbiyah Menggema MIM 16 Karangasem Paciran: Manasik Haji Nyalakan Cinta dan Cahaya Iman

Iklan Landscape Smamda
Talbiyah Menggema MIM 16 Karangasem Paciran: Manasik Haji Nyalakan Cinta dan Cahaya Iman
Manasik Haji MIM 16 Karangasem Paciran. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pagi yang cerah di kawasan Karangasem Paciran menjadi saksi tumbuhnya semangat belajar yang berpadu dengan nilai-nilai keimanan.

Ratusan murid MI Muhammadiyah 16 Pondok Pesantren Karangasem Paciran Lamongan (Munamlas) mengikuti kegiatan Manasik Haji Ceria Berbasis Cinta dengan penuh antusias, Ahad (31/5/2026).

Kegiatan yang telah menjadi program tahunan madrasah tersebut berlangsung meriah dan sarat makna, menghadirkan pengalaman pembelajaran yang tidak hanya mendidik akal, tetapi juga menyentuh hati.

Sejak langkah pertama memasuki lokasi kegiatan, wajah-wajah ceria para murid kelas 1 hingga kelas 5 memancarkan kegembiraan yang sulit disembunyikan.

Mengenakan pakaian ihram dan atribut manasik lainnya, mereka seakan sedang menapaki perjalanan spiritual menuju Baitullah.

Dalam balutan kesederhanaan, imajinasi mereka dibawa melintasi ruang dan waktu, membayangkan panggilan suci yang suatu hari kelak semoga benar-benar mereka jawab di hadapan Ka’bah yang agung.

Kegiatan manasik haji ini dirancang sebagai sarana pengenalan ibadah haji sejak usia dini melalui pendekatan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna.

Para murid tidak hanya menerima penjelasan teoritis, tetapi diajak terlibat secara langsung dalam setiap rangkaian ibadah.

Mereka mempraktikkan tata cara mengenakan ihram, melaksanakan thawaf, sa’i antara Shafa dan Marwah, wukuf di Arafah, hingga melempar jumrah, sebagaimana rangkaian ibadah yang dilaksanakan oleh jutaan jamaah haji dari berbagai penjuru dunia.

Namun lebih dari sekadar simulasi ritual, kegiatan ini sesungguhnya merupakan ikhtiar pendidikan karakter yang dikemas dalam nuansa cinta. Cinta yang menjadi ruh pembelajaran. Cinta yang menghidupkan makna setiap langkah dan gerakan.

Cinta kepada Allah SWT sebagai tujuan utama kehidupan, cinta kepada Rasulullah SAW sebagai teladan sepanjang zaman, cinta kepada sesama manusia sebagai wujud kemuliaan akhlak, serta cinta kepada segala bentuk kebaikan yang membawa keberkahan bagi kehidupan.

Di setiap sudut kegiatan, nilai-nilai tersebut tampak tumbuh secara alami. Para ustadz dan ustadzah mendampingi murid-murid dengan penuh kesabaran, kelembutan, dan kasih sayang.

Mereka tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang menuntun anak-anak memahami makna ibadah dengan bahasa yang dekat dengan dunia mereka.

SMPM 5 Pucang SBY

Suasana belajar terasa hangat, penuh kegembiraan, sekaligus sarat dengan pesan-pesan moral yang mendalam.

Di tengah riuh tawa anak-anak yang berlarian kecil mengikuti arahan pembimbing, terselip sebuah pelajaran berharga tentang ketulusan, kebersamaan, dan penghambaan kepada Sang Pencipta.

Setiap langkah thawaf yang mereka lakukan bukan sekadar putaran mengelilingi replika Ka’bah, melainkan simbol perjalanan hidup yang selalu berpusat kepada Allah.

Setiap lintasan sa’i menjadi gambaran tentang pentingnya ikhtiar dan kesungguhan. Setiap lemparan jumrah menjadi pelajaran tentang keberanian melawan hawa nafsu dan segala bentuk keburukan.

Kepala MIM 16 Pondok Pesantren Karangasem Paciran, Ni’ayah, S.Ag., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang berlangsung dengan lancar dan sukses tersebut.

Menurutnya, keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen madrasah yang memiliki komitmen sama dalam mendidik generasi masa depan.

Alhamdulillah, kami sangat bersyukur kegiatan manasik haji tahun ini dapat terlaksana dengan baik. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan seluruh keluarga besar madrasah, mulai dari guru, murid, hingga orang tua yang selalu membersamai setiap program pendidikan yang kami jalankan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa manasik haji merupakan bagian dari upaya berkelanjutan madrasah dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, akhlak mulia, dan kecintaan yang mendalam terhadap ajaran Islam.

Menurutnya, pendidikan sejatinya tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga penanaman nilai dan pembentukan kepribadian.

Karena itulah, kegiatan manasik haji menjadi salah satu media penting untuk menumbuhkan kesadaran spiritual sekaligus memperkuat fondasi keimanan para murid sejak usia dini.

“Kami berharap anak-anak tidak hanya memahami tata cara ibadah haji, tetapi juga mampu menangkap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga yang membentuk karakter mereka dan menumbuhkan kerinduan untuk suatu hari nanti memenuhi panggilan Allah ke Tanah Suci,” tuturnya.

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 31/05/2026 19:09
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu