Pelatihan Mubaligh dan Mubalighah Karyawan Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) resmi ditutup pada Kamis (23/4/2026) sore. Penutupan dilakukan oleh Wakil Direktur Administrasi, SDI & AIK, Rachmat Ardiyanzah Pua Geno, S.KM., M.Kes, yang mewakili Direktur RSML.
Dalam sambutannya, Rachmat Ardiyanzah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menyebut Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, khususnya Wakil Ketua Fathurrahim Syuhadi, Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Lamongan yang dikomandani Imam Ghozali beserta tim, serta Majelis Tabligh PDM Lamongan yang dihadiri Suwito, M.Pd., dan Sutikno, M.M.
“Terima kasih atas sinergi dan kontribusi semua pihak. Kegiatan ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan bersama,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada para peserta yang mengikuti pelatihan dengan penuh kesungguhan sejak pagi hingga sore hari. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan komitmen kuat karyawan RSML dalam mengembangkan kapasitas diri sebagai mubaligh.
Dalam refleksinya, Rachmat menegaskan bahwa karakteristik utama RS Muhammadiyah Lamongan bertumpu pada tiga hal pokok, yakni gerakan dakwah, pelayanan kemanusiaan, dan profesionalisme berkemajuan. Namun demikian, ia menekankan bahwa dakwah menjadi fondasi utama.
“Yang paling penting adalah berdakwah, karena kita berada di bawah naungan Muhammadiyah. Setiap sudut rumah sakit adalah ruang dakwah,” tegasnya.
Ia menjelaskan, praktik dakwah tidak harus selalu dalam bentuk ceramah formal, melainkan dapat diwujudkan melalui sikap sederhana dalam pelayanan, seperti menyapa pasien dengan salam, senyum, dan keramahan. Hal tersebut merupakan bagian dari penguatan karakter ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi yang begitu pesat menghadirkan berbagai tantangan baru. Oleh karena itu, penguatan ideologi menjadi hal yang sangat penting agar karyawan tidak tergerus oleh arus negatif perkembangan zaman.
“Kalau kita tidak kuat dalam Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, ini bisa berbahaya. Maka sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah, kita harus terus mendalami ideologi Muhammadiyah,” imbuhnya.
Rachmat juga menyoroti berbagai program pembinaan yang telah berjalan di RSML, seperti Baitul Arqom, Darul Arqom, pengajian rutin, hingga pelatihan mubaligh. Ia berharap kegiatan-kegiatan tersebut mampu membentuk karakter karyawan yang positif serta memiliki pemahaman keislaman yang kuat.
“Ke depan, tantangan semakin besar. Kita harus mampu menghadirkan kegiatan yang menarik dan bermakna, serta mencetak karyawan dengan karakter yang baik dan pemahaman yang kuat,” katanya.
Menutup sambutannya, Rachmat secara resmi menutup kegiatan pelatihan dengan penuh rasa syukur.
“Dengan mengucap Alhamdulillah, pelatihan mubaligh dan mubalighah karyawan RS Muhammadiyah Lamongan secara resmi kami tutup,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments