Suasana workshop yang diselenggarakan oleh DPD PP PAUD Jawa Timur berlangsung penuh antusiasme pada Kamis (23/4/2026). Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kompetensi pendidik dalam menangani anak berkebutuhan khusus, tetapi juga menghadirkan hiburan inspiratif melalui penampilan spesial dari anak inklusi yang tergabung dalam grup band, Touch Heart Band.
Dalam momen yang dinanti, Touch Heart Band tampil perdana di hadapan para peserta workshop. Penampilan mereka sukses mencuri perhatian sejak awal dengan aransemen musik yang apik dan pembawaan yang penuh semangat.
Para anggota band yang mengenakan seragam batik lengkap dengan aksesoris topi ini, menunjukkan kekompakan yang luar biasa, sehingga mampu menghadirkan nuansa berbeda ditengah kegiatan formal tersebut.
Ada tiga lagu yang dibawakan oleh grup band yang terdiri dari 3 anak inklusi ini. Jonathan sebagai pelatihnya hadir menemani anak asuhnya ini. Aulia Muhammad selaku penggebuk drum, Risky Ahmad Mahendra ada pada keyboard, dan Anharu Minasslaim Mushaf bertindak sebagai gitaris yang merangkap vokalis. Lagu Die With A Smile dari Bruno Mars menjadi lagu penutup dalam tampilan Touch Heart Band di ruang Hayam Wuruk, Sekertaris Daerah Provinsi Jawa Timur.
Penampilan Touch Heart Band
Sumartini, ibunda dari Aulia Muhammad mengatakan rasa bangganya melihat putra kesayangannya tampil di acara DPD PP PAUD kali ini.
“Latihannya sudah lama, hampir sejak 2016. Alhamdulillah hari ini merek tampil bagus,” kata Sumartini saat diwawancarai PWMU.CO usai Touch Heart Band tampil.
Beberapa peserta tampak ikut bernyanyi dan memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk apresiasi. Bahkan, tidak sedikit yang mengabadikan momen tersebut melalui ponsel mereka.
Rahma Yulia Isnaini, S.Pd Salah satu peserta workshop dari KB-TK Aisyiyah Bustanul Athfal 45 Bambe Driyorejo Gresik, mengungkapkan kekagumannya terhadap penampilan Touch Heart Band. Menurutnya, kehadiran band ini memberikan warna baru dalam kegiatan workshop yang biasanya berlangsung serius.
“Penampilannya luar biasa. Tidak hanya menghibur, tapi juga memberi energi positif bagi kami sebagai pendidik,” ujarnya.
Workshop ini sendiri mengangkat berbagai materi penting terkait penanganan anak berkebutuhan khusus di Lingkungan PAUD. Dengan adanya penampilan hiburan seperti ini, peserta diharapkan dapat lebih rileks dan tetap fokus dalam mengikuti rangkaian acara.
Penampilan perdana Touch Heart Band pun menjadi salah satu highlight dalam kegiatan tersebut. Keberhasilan mereka dalam menarik perhatian publik menjadi bukti bahwa kreativitas dan kolaborasi dapat menghadirkan dampak positif dalam dunia pendidikan.
Dengan berakhirnya workshop ini, para peserta membawa pulang tidak hanya ilmu baru, tetapi juga pengalaman berharga yang penuh inspirasi dan semangat kebersamaan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments