Kabar bahagia datang dari SMA Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng Banyuwangi. Sepasang guru aktif, Safira Risqy Oktaviana, S.Pd. dan Mohamad Himam Maula, S.Pd., resmi melangsungkan akad nikah pada Rabu (13/5/2026) di rumah mempelai wanita di Desa Sugihwaras, Kecamatan Glenmore.
Safira, yang akrab disapa Safira, merupakan alumni SMA Muha Genteng dan kini mengampu mata pelajaran Biologi.
Setelah lulus kuliah, ia langsung ingin mengabdikan diri di almamaternya. Namun, proses tersebut tidak berlangsung instan karena saat itu kebutuhan guru Biologi telah terpenuhi sehingga ia harus menunggu selama dua tahun sebelum akhirnya bergabung sebagai guru di SMA Muha Genteng.
Sementara itu, Himam merupakan guru Bahasa Inggris yang baru bergabung sekitar dua tahun lalu melalui proses seleksi ketat bersama ratusan pelamar lainnya.
Himam merupakan alumni Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember jurusan Bahasa Inggris dan kini mengajar sesuai bidang keilmuannya di SMA Muha Genteng.
Prosesi akad nikah berlangsung pukul 08.00 WIB.
Awalnya, Kepala SMA Muha Genteng bersama beberapa guru berencana hadir langsung menyaksikan akad nikah. Namun, karena bersamaan dengan agenda sekolah yang tidak dapat ditinggalkan, rombongan guru dan tenaga kependidikan (GTK) akhirnya dibagi menjadi dua kloter.
Dengan menggunakan bus sekolah, kloter pertama diberangkatkan pukul 09.00 WIB bagi guru yang tidak memiliki jam mengajar, sedangkan kloter kedua menyusul pukul 10.30 WIB.
Seminggu sebelum akad nikah berlangsung, Kepala SMA Muha Genteng, Ani Sudarmi, M.Pd., sempat mengingatkan para GTK dalam rapat rutin sekolah.
“Bahwa seminggu lagi dua guru kita akan melangsungkan akad nikah, oleh karenanya sudah menjadi tradisi sekolah disaat guru atau karawan melangsungkan akad nikah semuanya diharuskan memberikan ucapan selamat dan do’a, dan untuk kali ini cukup istimewa karena kedua mempelai sama-sama penopang keberlangsungan dalam berjuang memajukan sekolah,” ujarnya.
Di SMA Muha Genteng sendiri terdapat delapan guru lajang, baik laki-laki maupun perempuan. Namun, Safira dan Himam menjadi pasangan pertama yang mengakhiri masa lajang mereka tahun ini.
Menariknya, hubungan keduanya sebelumnya nyaris tidak diketahui rekan kerja.
Meski sama-sama berasal dari generasi Z, keduanya dinilai mampu menjaga adab dalam menjalin hubungan dan tidak mengumbar kemesraan seperti kebanyakan anak muda seusia mereka.
Hubungan keduanya baru diketahui secara luas setelah prosesi lamaran dilaksanakan.
Setelah didesak rekan-rekan GTK mengenai jadwal pernikahan, Safira akhirnya mengungkapkan bahwa akad nikah akan dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Adha.





0 Tanggapan
Empty Comments