Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Pusat Studi Lingkungan dan Smart City Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (PSLSC Umsida) melaksanakan kegiatan audiensi strategis ke PT Tjiwi Kimia pada Rabu, (22/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk menjajaki kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) di bidang lingkungan dan teknologi yang berkelanjutan.
Penjajakan kerja sama ini diikuti oleh Koordinator Pusat Studi Umsida yakni Dr Noor Fatimah M SH MH, Dr Ir Syamsudduha Syahrorini ST MT selaku Ketua PSLSC dan anggotanya yakni Dr Cindy Cahyaning Astuty, Dr Uce Indayani, dan Edwin Tinda Kusuma MPd.
Perkuat Kerja Sama Instansi di Hari Bumi
Dr Rini selaku Ketua PSLSC mengatakna bahwa selain memperingati Hari Bumi, penjajakan ini merupakan langkah Umsida dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, khususnya dalam menghadapi tantangan lingkungan dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
“Momentum Hari Bumi dimanfaatkan sebagai pengingat pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan,” terangnya.
Dengan kolaborasi ini, imbuh Dr Rini, Umsida ingin memberikan solusi berbasis teknologi untuk mendukung industri yang lebih hijau, sekaligus meningkatkan kontribusi akademisi dalam pembangunan berkelanjutan.
“Jadi kami harap nanti bisa membuka peluang pengembangan riset terapan, implementasi teknologi ramah lingkungan, serta program edukasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis smart city,” tutur dosen Prodi Teknik Elektro itu.
PT Tjiwi Kimia Siap Berbagi Pengalaman Best Practices
Pihak PT Tjiwi Kimia menyambut baik rencana kolaborasi ini dan menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam berbagi pengalaman praktek terbaik (best practices) terkait pengelolaan lingkungan di sektor industri.
Diterima oleh Benny Haryawan ST SH MM selaku Manajer dan, tim Humas yang terdiri dari Wiwin ST MM, Lilik SPd MM, Arif ST MM, dan Rio SIp.
Beberapa ruang lingkup kerja sama yang akan dikembangkan meliputi:
Riset kolaboratif di bidang lingkungan dan industri hijau
Implementasi teknologi monitoring lingkungan berbasis IoT
Program magang dan peningkatan kompetensi mahasiswa
Pengabdian kepada masyarakat berbasis keberlanjutan
Edukasi dan kampanye lingkungan melalui program 3R.
Benny menyampaikan bahwa saat ini kesenjangan kemampuan mahasiswa dengan industri sangat tinggi.
“Adanya MOU dan MoA inilah sangat penting dilakukan karena bisa belajar di industri saat PKL, magang menjadi pengalaman langsung mahasiswa,” tuturnya.
Hal tersebut ditimbali oleh Wiwin yang berpendapat bawah saat ini yang dibutuhkan adalah orang yang mau belajar bukan hanya pintar.
“Karena dalam bekerja butuh tim work yang solid, etos kerja tinggi, hal inilah yang perlu disiapkan oleh mahasiswa,” terangnya.
Implementasi Perdana pada Kegiatan Sharing Session
Sebagai tindak lanjut dari rencana kerja sama tersebut, kedua pihak sepakat untuk mengimplementasikan program perdana melalui kegiatan sharing session bertajuk “Penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle): Strategi dan Tantangan”
Kegiatan tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada 27 April 2025, dengan menghadirkan narasumber dari pihak industri, dan akademisi dari ketua PSLSC.
Sharing ini dilaksanakan untuk:
Mengkaji strategi efektif dalam penerapan konsep 3R di lingkungan industri dan masyarakat
Mengidentifikasi tantangan teknis dan non-teknis dalam pengelolaan limbah
Mendorong inovasi berbasis teknologi dalam mendukung ekonomi sirkular
Meningkatkan kesadaran serta partisipasi civitas akademika dan masyarakat
Momentum Hari Bumi ini menjadi tanda bahwa kolaborasi antara akademisi dan industri merupakan kunci dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments