Kelompok Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) Wira SMA Muhammadiyah Genteng Banyuwangi mengukuhkan sejumlah kader baru melalui apel pengukuhan dan pemberian asduk kesehatan, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan berlangsung di halaman sekolah.
Pengukuhan tersebut diberikan kepada siswa-siswi yang telah menyelesaikan pengkaderan tahap pertama. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PMR Wira meningkatkan kualitas anggota, baik dalam penguasaan teori maupun keterampilan pertolongan pertama di lapangan.
Di tengah pelaksanaan Sumatif Tengah Semester (STS) Ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027, kegiatan ekstrakurikuler tetap berjalan. SMA Muha Genteng menetapkan Sabtu sebagai hari khusus kegiatan ekstrakurikuler sehingga para anggota PMR dapat mengikuti berbagai program pelatihan secara terjadwal.
Sebelum menerima asduk, para peserta mengikuti ujian praktik sebagai tahap akhir pengkaderan. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok dan diminta memperagakan pertolongan pertama terhadap seseorang yang mengalami pingsan, termasuk teknik mengangkat dan memindahkan korban menggunakan tandu.
Praktik tersebut dilakukan di hadapan anggota senior dengan pendampingan guru pembina.
Disiapkan untuk Situasi Darurat
Guru Pembina PMR Novi Indriani, S.Pd., mengatakan keterampilan anggota terus diasah karena PMR memiliki peran penting dalam berbagai kegiatan sekolah.
“Kelompok PMR selalu berada di garda terdepan dalam mempersiapkan peralatan pertolongan pertama, terutama pada kegiatan yang sifatnya kolosal, seperti Darul Arqam, kemah, upacara, dan berbagai perlombaan,” ujarnya.
Menurutnya, profesionalitas anggota harus dibangun bersama dengan kedisiplinan dan tanggung jawab.
Setelah resmi menjadi anggota tetap dan menyelesaikan pelatihan tahap pertama, kader baru akan mendapatkan materi lanjutan dari tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Genteng Kulon. Kerja sama tersebut telah berlangsung selama beberapa tahun.
Berlanjut dengan Pelatihan Berkala
Selain pelatihan PMR, kerja sama dengan Puskesmas Genteng Kulon juga diwujudkan melalui kegiatan donor darah bagi siswa, guru, dan karyawan setiap tiga bulan. Pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri juga dilakukan secara rutin setiap pekan.
Di bidang lingkungan sekolah, PMR Wira turut memprakarsai lomba kebersihan antarkelas untuk menciptakan suasana belajar yang bersih dan nyaman.
Guru Pembina PMR Bayu Putra Anggara, S.Pd., mengatakan pelatihan berikutnya akan dilaksanakan setelah STS selesai.
“Pelatihan lanjutan akan berfokus pada pertolongan pertama, terutama penggunaan alat tensi dan penanganan gangguan pernapasan,” jelasnya.
Melalui pelatihan berkelanjutan, PMR Wira SMA Muha Genteng diharapkan mampu melahirkan kader yang terampil, disiplin, bertanggung jawab, dan siap memberikan pertolongan ketika dibutuhkan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments