SMA Muhammadiyah 6 Paciran (Smamusix) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun pendidikan karakter melalui kolaborasi erat dengan orang tua. Hal ini diwujudkan dalam kegiatan Parenting dan Kolaborasi Wali murid dengan tema “Membangun Sinergi Wali murid, Memperkuat Karakter, Menjadi Sekolah Inspiratif dan Berprestasi”, Ahad (27/9/2026).
Acara yang berlokasi di Aula Karangasem Paciran tersebut dihadiri oleh seluruh dewan guru, karyawan, serta wali murid siswa kelas 10 hingga kelas 12. Aula tampak penuh sesak, menandakan antusiasme yang tinggi dari para orang tua untuk bersinergi dengan pihak sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang putra-putri mereka.
Kegiatan parenting kali ini menghadirkan pemateri yang inspiratif, yakni Aris Setiawan, S.TP., C.Ht., C.Mth., seorang praktisi pendidikan dan motivator yang dikenal luas dengan pendekatan hipnoterapi dan karakter. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, melainkan harus ada keselarasan antara pendidikan di sekolah dan di rumah.
“Anak hebat lahir dari orang tua dan sekolah yang hebat. Tugas kita bukan hanya menyekolahkan anak, tapi membersamai mereka. Ketika sekolah dan orang tua satu frekuensi, maka karakter anak akan kuat, prestasinya pun akan ikut meningkat,” ujar Aris Setiawan di hadapan ratusan wali murid. Ia juga memberikan berbagai teknik komunikasi efektif antara orang tua dan remaja di era digital saat ini.
Parenting Kolaboratif
Kepala SMA Muhammadiyah 6 Paciran, Siswati, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para wali murid. Menurutnya, kegiatan parenting ini merupakan agenda rutin dan strategis bagi Smamusix.
“Kami di Smamusix percaya, sinergi adalah kunci. Kami tidak bisa menjadi sekolah yang inspiratif dan berprestasi tanpa dukungan penuh dari Ayah dan Bunda di rumah. Melalui parenting kolaboratif ini, kami ingin menyamakan visi, membangun jembatan komunikasi, dan memperkuat karakter anak-anak kita bersama,” tutur Siswati.
Ia menambahkan, tantangan remaja saat ini semakin kompleks, mulai dari pergaulan, pengaruh gadget, hingga kesehatan mental. Oleh karena itu, sekolah dan orang tua harus menjadi tim yang solid.
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara wali murid dengan pemateri dan pihak sekolah. Banyak wali murid yang aktif berbagi pengalaman dan mendapatkan solusi langsung terkait pola asuh.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Smamusix berharap dapat terus memperkuat ikatan emosional antara sekolah dan keluarga, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang berkarakter kuat, inspiratif, dan siap menghadapi masa depan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments