Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Pendidikan, Komunikasi, dan Sains (FPKS) Universitas Muhammadiyah Surabaya menggelar Seminar Nasional Pendidikan Biologi yang dirangkaikan dengan Temu Alumni Ikatan Alumni Keluarga Biologi Universitas Muhammadiyah Surabaya (i-KAMBIUMS) pada Sabtu (18/7/2026).
Mengusung tema “Deep Learning-STEM di Era Digital dalam Mendukung Pendidikan Biologi Berdampak dengan Penguatan Sinergitas Alumni”, kegiatan ini menjadi ajang berbagi wawasan sekaligus mempererat kolaborasi antara dosen, guru, mahasiswa, dan alumni dalam mengembangkan pendidikan biologi yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Acara diawali dengan pembacaan basmalah, tilawah Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah. Selanjutnya, Ketua i-KAMBIUMS periode 2021–2026, Khoiruddin, S.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Biologi, Dr. Asy’ari, S.Pd., M.Pd., serta Dekan Fakultas Pendidikan, Komunikasi, dan Sains Universitas Muhammadiyah Surabaya, Achmad Hidayatullah, S.Pd., M.Pd., Ph.D., menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan serah terima jabatan dan pelantikan pengurus i-KAMBIUMS periode 2026–2030 sebagai bentuk regenerasi kepengurusan alumni, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Memasuki acara inti, seminar dipandu oleh Dr. Wiwi Wikanta, M.Kes. dan menghadirkan dua narasumber yang membahas implementasi Deep Learning dalam pembelajaran biologi.
Konsep Deep Learning berbasis STEM
Narasumber pertama, Murni Ramli, S.P., M.Si., Ed.D., pakar STEM Education, dosen Pendidikan Biologi Universitas Sebelas Maret, sekaligus Ketua Umum Himpunan Pendidik dan Peneliti Biologi Indonesia (HPPBI), memaparkan konsep Deep Learning berbasis STEM sebagai strategi mewujudkan pembelajaran biologi yang berdampak.
Ia menjelaskan bahwa proses pembelajaran sebaiknya tidak berhenti pada penguasaan konsep, tetapi berkembang menuju pembelajaran yang bermakna dan mampu menghasilkan tindakan nyata. Menurutnya, proses tersebut berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu Surface Learning, Deep Learning, dan Impactful Learning.
Murni juga menekankan pentingnya perubahan paradigma pembelajaran, mulai dari penyusunan capaian pembelajaran, strategi mengajar, hingga asesmen yang relevan. Ia memperkenalkan pendekatan Engineering Design Process (EDP) yang terdiri atas tahapan Ask, Imagine, Plan, dan Create, serta strategi See, Think, Wonder (STW) untuk melatih kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah peserta didik.
Menurutnya, pendekatan Deep Learning dan STEM saling melengkapi dalam menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan berdampak terhadap hasil belajar siswa.
Sementara itu, Guru Besar Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Surabaya, Prof. Dr. Lina Listiana, M.Kes., menyampaikan materi bertajuk “Deep Learning Berbasis Keterampilan Metakognitif: Strategi Mewujudkan Pembelajaran Bermakna, Reflektif, dan Berkelanjutan.”
AI: Learning Designer
Dalam paparannya, Prof. Lina menjelaskan bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara manusia memperoleh informasi dan belajar. Menurutnya, AI bukan menggantikan guru, melainkan mendorong guru bertransformasi menjadi perancang pembelajaran (learning designer), fasilitator, motivator, pelatih metakognitif, sekaligus asesor pembelajaran.
Ia menekankan bahwa implementasi Deep Learning harus berlandaskan tiga prinsip utama, yaitu Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning. Selain itu, kemampuan metakognitif atau kemampuan mengelola proses berpikir sendiri perlu dikembangkan melalui pembelajaran berbasis Problem Based Learning, Project Based Learning, Inquiry, dan STEM agar peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta reflektif.
“Deep Learning tidak lahir karena murid belajar lebih lama, tetapi karena mereka belajar dengan lebih sadar,” ujar Prof. Lina.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan dosen, guru, mahasiswa, serta alumni i-KAMBIUMS. Berbagai pertanyaan dan pengalaman dibahas, mulai dari implementasi Deep Learning, pemanfaatan AI dalam pembelajaran biologi, penerapan pendekatan STEM, hingga strategi mengembangkan keterampilan metakognitif di lingkungan pendidikan.
Diskusi berlangsung aktif dan komunikatif. Para narasumber memberikan berbagai solusi serta contoh implementasi yang dapat diterapkan sesuai kondisi pembelajaran saat ini. Sesi tersebut sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman dan memperkuat sinergi antara akademisi, praktisi pendidikan, mahasiswa, dan alumni dalam mengembangkan pendidikan biologi yang inovatif dan berdampak.
Melalui seminar nasional dan temu alumni ini, Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Surabaya berharap peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai penerapan Deep Learning berbasis STEM dan metakognitif di era digital.
Selain meningkatkan kompetensi peserta, kegiatan ini juga diharapkan semakin mempererat kolaborasi antara program studi dan alumni dalam mendukung kemajuan pendidikan biologi yang berkualitas dan berkelanjutan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments