Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar sosialisasi anti-bullying di SDN 04 Gajahrejo, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.
Kegiatan yang berlangsung Kamis (20/8/2026) itu bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Sosialisasi diikuti oleh siswa SDN 04 Gajahrejo dengan penyampaian materi yang disesuaikan dengan usia dan karakteristik peserta.
Mahasiswa KKN menggunakan pendekatan edukatif dan interaktif agar siswa lebih mudah memahami bentuk-bentuk perundungan serta dampaknya bagi korban maupun lingkungan sekitar.
Kenalkan Bentuk dan Dampak Bullying
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa tindakan fisik. Namun juga dapat terjadi melalui ucapan, ejekan, pengucilan, maupun perilaku lain yang dapat membuat seseorang merasa takut, tertekan, atau tidak nyaman.
Para siswa juga diajak memahami pentingnya menghargai perbedaan, menjaga perkataan dan tindakan, serta membangun hubungan pertemanan yang positif di lingkungan sekolah.
Mahasiswa KKN menekankan bahwa siswa tidak perlu takut untuk berbicara apabila mengalami atau melihat tindakan bullying. Mereka didorong untuk melaporkan kejadian kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya.
Ajak Siswa Jadi Teman yang Baik
Selain memberikan materi, kegiatan sosialisasi dikemas melalui komunikasi dua arah. Siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan menceritakan pemahaman mereka mengenai bullying berdasarkan pengalaman di lingkungan sekolah.
Wakil Koordinator Desa KKN Berdampak 143 UMM, Aulia Rahmi, mengatakan edukasi mengenai bullying penting diberikan sejak sekolah dasar.
Hal tersebut supaya siswa mampu membedakan perilaku bercanda dengan tindakan yang dapat menyakiti orang lain baik secara verbal maupun non-verbal.
“Kami ingin mengajak siswa memahami bahwa setiap orang harus saling menghargai. Bercanda boleh, tetapi jangan sampai perkataan atau tindakan kita membuat teman merasa takut, sedih, atau tertekan” ujarnya.
Menurutnya, pencegahan bullying membutuhkan keterlibatan seluruh pihak di lingkungan sekolah.
Tidak hanya siswa, tetapi juga guru dan orang tua memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan nyaman bagi anak baik lingkup sekolah maupun nanti dilingkungan bermainnya.





0 Tanggapan
Empty Comments