Bursa Kerja Khusus (BKK) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) memperluas perannya dari penyedia informasi lowongan menjadi fasilitator rekrutmen dan penempatan kerja mahasiswa serta alumni.
Langkah tersebut dilakukan melalui kerja sama rekrutmen dengan MHNEXUS Malaysia dan PT Trivindo Prima Mandiri selama Agustus 2026. Program tersebut menyasar mahasiswa aktif yang akan menyelesaikan studi serta alumni UMC yang telah siap memasuki dunia kerja.
Sejumlah mahasiswa dan alumni UMC dinyatakan lolos proses rekrutmen dan mulai bekerja di kedua perusahaan tersebut. Capaian itu menjadi bagian dari upaya BKK UMC memperluas akses mahasiswa dan alumni terhadap peluang kerja, termasuk kesempatan berkarier di luar negeri.
Ketua Career Development Center (CDC) sekaligus Ketua BKK UMC, Tri Budi Prasetyo, M.Si., menjelaskan bahwa BKK tidak ingin hanya berfungsi sebagai penyampai informasi lowongan pekerjaan.
“Peran BKK adalah membantu mahasiswa dan alumni mendapatkan akses karier yang lebih luas. Kita ingin membangun sistem yang mempertemukan potensi mahasiswa dan alumni dengan kebutuhan perusahaan secara lebih terstruktur,” ujarnya.
Menurut Tri Budi, mahasiswa perlu mendapatkan pendampingan sejak masih berada di bangku kuliah. Persiapan tersebut mencakup penyusunan curriculum vitae (CV), menghadapi wawancara kerja, membangun personal branding, memahami kebutuhan industri, hingga mengembangkan kompetensi yang sesuai dengan posisi yang dituju.
“Yang kita bangun bukan sekadar rekrutmen, tetapi ekosistem pengembangan karier. Mahasiswa perlu dibekali kesiapan kerja, mulai dari penyusunan CV, menghadapi wawancara, membangun personal branding, memahami kebutuhan industri, hingga memiliki kompetensi yang relevan dengan posisi yang dituju,” jelasnya.
BKK Jadi Jembatan Kampus dan Dunia Kerja
Rektor UMC, Arif Nurudin, M.T., menyampaikan bahwa keberadaan BKK memiliki posisi penting dalam memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, mahasiswa, alumni, dan dunia industri.
Menurutnya, pendidikan tinggi tidak berhenti ketika mahasiswa memperoleh ijazah. Perguruan tinggi juga perlu memastikan kompetensi dan karakter yang diperoleh selama masa studi dapat diterapkan dalam kehidupan profesional maupun pengabdian kepada masyarakat.
“BKK harus menjadi jembatan strategis antara kampus, mahasiswa, alumni, dan dunia industri. Kita ingin lulusan UMC tidak hanya selesai kuliah, tetapi memiliki akses dan kesiapan untuk memasuki dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Arif Nurudin.
Ia berharap alumni UMC mampu menunjukkan karakter insan berkemajuan melalui kompetensi, integritas, profesionalisme, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar.
“Lulusan UMC harus mampu menunjukkan bahwa mereka adalah insan berkemajuan. Kompetensi harus berjalan bersama karakter, integritas, profesionalisme, dan kemampuan untuk terus belajar,” tambahnya.
Optimalkan Potensi Mahasiswa dan Alumni
Wakil Rektor III UMC, Dr. Bagus Nurul Iman, M.Pd., menegaskan bahwa bidang kemahasiswaan dan alumni bersama BKK terus berupaya mengoptimalkan potensi mahasiswa dan lulusan.
Menurutnya, mahasiswa memiliki beragam potensi, mulai dari kemampuan akademik, keterampilan teknis, komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, hingga pengalaman organisasi. Potensi tersebut perlu dikembangkan agar memberikan nilai tambah ketika mahasiswa memasuki dunia kerja.
“Kami berkomitmen agar seluruh potensi terbaik mahasiswa dan alumni dapat dioptimalkan. Tidak cukup hanya menunggu mahasiswa lulus, tetapi sejak sebelum lulus harus dipersiapkan agar mereka memiliki kompetensi, pengalaman, jejaring, dan kesiapan menghadapi proses rekrutmen,” jelas Bagus.
Ia menambahkan, sinergi antara bidang kemahasiswaan, alumni, CDC, BKK, fakultas, dan mitra industri akan terus diperkuat agar layanan karier di UMC semakin terintegrasi.
“Harapannya, mahasiswa dan alumni tidak berjalan sendiri dalam mencari peluang karier. Universitas hadir memberikan pendampingan, membuka jejaring, sekaligus mempertemukan mereka dengan dunia industri dan berbagai peluang profesional,” ujarnya.
Job Fair UMC 2026 Libatkan Sekitar 20 Perusahaan
Selain rekrutmen bersama perusahaan, BKK UMC menyiapkan Job Fair UMC 2026 yang direncanakan berlangsung pada September 2026. Kegiatan tersebut ditargetkan melibatkan sekitar 20 perusahaan yang membuka peluang kerja bagi mahasiswa tingkat akhir dan alumni UMC.
Job Fair akan menjadi ruang pertemuan langsung antara pencari kerja dengan perusahaan. Mahasiswa dan alumni dapat memperoleh informasi mengenai posisi yang tersedia sekaligus memahami proses rekrutmen, kebutuhan kompetensi, dan budaya kerja perusahaan.
Tri Budi mengatakan, keterlibatan sekitar 20 perusahaan dalam Job Fair menjadi bagian dari upaya BKK memperluas jejaring kerja bagi mahasiswa dan alumni.
“Job Fair menjadi momentum penting untuk mempertemukan talent terbaik UMC dengan perusahaan. Kami berharap semakin banyak mahasiswa dan alumni yang mendapatkan peluang kerja melalui kegiatan ini,” katanya.
Menurutnya, kerja sama dengan MHNEXUS Malaysia dan PT Trivindo Prima Mandiri juga menjadi langkah untuk memperluas pilihan karier mahasiswa dan alumni, termasuk membuka peluang kerja pada tingkat internasional.
Penguatan layanan BKK tersebut menjadi bagian dari upaya UMC mendampingi mahasiswa sejak masa studi hingga memasuki dunia profesional. Informasi lowongan, pendampingan persiapan kerja, rekrutmen, hingga pertemuan dengan perusahaan menjadi rangkaian layanan yang terus dikembangkan.
Dengan penguatan sinergi antara universitas, fakultas, CDC, BKK, alumni, dan dunia industri, UMC berupaya memperluas akses mahasiswa dan alumni terhadap peluang kerja serta mempersiapkan mereka agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia profesional. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments