Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kolaborasi PKM Unesa-Mamda, Dorong Siswa Jadi Pelopor Literasi Digital dan Pancasila

Iklan Landscape Smamda
Kolaborasi PKM Unesa-Mamda, Dorong Siswa Jadi Pelopor Literasi Digital dan Pancasila
Kegiatan bersama Tim PKM Rintisan Desa Pancasila Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bersama MA Muhammadiyah 02 Pondok Modern (Mamda) Paciran, Sabtu (22/8/2026). (Afif Albab Almuslih/PWMU.CO).
pwmu.co -

Sabtu (22/8/2026) menjadi hari yang padat bagi siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah 02 Pondok Modern Paciran Lamongan (Mamda).

Setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar hingga jam keempat, siswa melanjutkan rangkaian kegiatan bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Rintisan Desa Pancasila Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui tiga seminar dan satu podcast.

Rangkaian kegiatan tersebut mengangkat sejumlah tema yang dekat dengan kehidupan pelajar. Mulai dari seminar literasi digital dan keterampilan abad ke-21: public speaking, seminar literasi Pancasila, hingga seminar Anti bullying.

Kegiatan berlangsung di beberapa lokasi. Sebanyak 30 siswa terpilih mengikuti seminar di Aula Mamda.

Sedangkan siswa lainnya mengikuti Seminar Anti Bullying di Aula KH Ridlwan Syarqowi Pondok Modern. Sementara itu, kegiatan podcast berlangsung di Studio Mamda TV.

Paparkan Tujuan Kehadiran

Rangkaian seminar dibuka Kepala madrasah, Wasli Fauqi SKom bersama jajaran dan Tim PKM Unesa. Ketua Tim PKM Unesa, Silkania Swarizona SIP MIP CPS menjelaskan bahwa kehadiran timnya tidak sekadar memberikan materi. Namun juga mendorong siswa menjadi pelopor literasi dan teladan bagi teman-temannya.

“Kehadiran kami di sini bertujuan agar para siswa yang hadir bisa menjadi pelopor dan kader-kader Profil Pelajar Pancasila” terangnya.

Di samping itu, lanjutnya, sekaligus menjadi teladan bagi pelajar lainnya terkait literasi Pancasila, literasi digital dan keterampilan abad ke-21.

“Termasuk leadership dan praktik public speaking yang akan berguna di kemudian hari. Seminar Anti Bullying juga menjadi bagian dari pembahasan kami” jelas Silka.

Ia berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan suasana menyenangkan sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi siswa maupun Mamda.

“Kami berharap peserta enjoy mengikuti kegiatan ini hingga selesai. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi Mamda dan juga menjadi output bagi kami sebagai satuan pendidikan di Unesa” tambahnya.

Sementara itu, Wasli Fauqi menjelaskan bahwa 30 siswa yang mengikuti kegiatan di Aula Mamda dipilih berdasarkan pengalaman dan kemampuan kepemimpinan mereka dalam organisasi, khususnya Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Hizbul Wathan (HW).

“Anak-anak yang hadir di sini dipilih karena mereka memiliki karakter leadership yang bagus di dalam organisasi IPM dan HW. Saya berharap peserta menikmati agenda ini sehingga mendapatkan ilmu yang bermanfaat, mulai dari penguatan literasi Pancasila hingga literasi digital” ujarnya.

Ia juga mengingatkan siswa agar mampu menempatkan teknologi sebagai alat bantu, bukan sesuatu yang justru mengendalikan kehidupan mereka.

“Saat ini kalian sudah berdampingan dengan teknologi. Dari sini kalian harus bisa menunjukkan manfaat teknologi dengan benar. Kalau kita tidak bisa memanfaatkan teknologi dengan benar, justru teknologi yang akan mengatur kita. Pada dasarnya teknologi adalah alat bantu, bukan yang mengendalikan kita. Kitalah yang harus mengatur teknologi tersebut” tegas Wasli.

4 Pilar Literasi Digital

Seminar pertama di Aula Mamda menghadirkan Jauhar Wahyudi MIKom dengan tema “Literasi Digital dan Keterampilan Abad Ke-21 serta Praktik Public Speaking”.

Dalam pemaparannya, Jauhar mengajak peserta memahami perjalanan transformasi digital. Mulai dari penggunaan kertas dan teks sebagai media komunikasi, kemudian berkembang melalui radio dan televisi, hingga hadirnya internet dan media sosial.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia juga menjelaskan empat pilar utama literasi digital yang diperkenalkan Kementerian Komunikasi dan Digital, yaitu Digital Skill, Digital Culture, Digital Ethics, dan Digital Safety.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya menjaga etika ketika berinteraksi di ruang digital. Meskipun berkomunikasi dengan orang yang tidak dikenal secara langsung, pengguna media sosial tetap harus memperlakukan orang lain dengan hormat.

“Orang sekarang kalau di medsos sering kali tidak punya etika karena merasa tidak bertemu langsung. ‘Buat apa tetap sopan?’ Nah, di sinilah pentingnya peran literasi digital” ujar Jauhar.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan keterampilan abad ke-21, khususnya public speaking. Peserta dikenalkan pada sejumlah hal yang perlu diperhatikan ketika berbicara di depan umum, seperti kontak mata, gaya bicara, intonasi, dan penggunaan suara.

Pada akhir sesi, dua peserta diberi kesempatan mempraktikkan public speaking secara langsung sebagai bagian dari pembelajaran.

Seminar berikutnya menghadirkan Ahmad Nizar Hilmi SAP MPA dengan tema “Literasi Pancasila”. Ia mengajak peserta memahami fenomena Urban Heat Island (UHI) atau pulau panas perkotaan, termasuk penyebab dan dampaknya terhadap lingkungan.

Setelah pemaparan materi, peserta dibagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok diminta mendiskusikan pihak yang paling terdampak fenomena UHI di lingkungan sekolah serta merumuskan solusi yang dapat dilakukan.

Ajak Siswa Pahami Lingkungan

Hasil diskusi kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan dan gambar pada media kertas untuk dipresentasikan melalui karya kelompok yang ditempel di dinding.

Proses penilaian dilakukan secara partisipatif. Setiap peserta mendapatkan stiker berbentuk lingkaran berwarna merah dan biru untuk memilih karya kelompok yang dinilai memiliki gagasan masalah dan solusi paling baik serta menarik.

Peserta tidak diperbolehkan memberikan penilaian terhadap karya kelompoknya sendiri.

Aktivitas tersebut tidak hanya mengajak siswa memahami persoalan lingkungan, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bersama.

Melalui diskusi, siswa belajar menyampaikan pendapat, mencapai kesepakatan, berlaku jujur dalam memberikan penilaian, serta menjalankan keputusan berdasarkan aturan yang telah disepakati.

Di tempat berbeda, siswa Mamda lainnya mengikuti Seminar Anti Bullying bersama Dosen Ilmu Komunikasi Unesa, Putri Aisyah Rachma Dewi SSos MMedKom. Sementara itu, kegiatan podcast bersama Silkania Swarizona berlangsung di Studio Mamda TV.

Rangkaian kegiatan bersama Tim PKM Unesa tersebut menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan praktik secara langsung.

Siswa tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diajak berdiskusi, berbicara di depan publik, bekerja sama, mengambil keputusan, serta memahami cara menggunakan teknologi secara bijak.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 24/08/2026 00:33
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu