Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Teknologi Boleh Berubah, Komitmen Mendidik Tidak Boleh Berubah

Iklan Landscape Smamda
Teknologi Boleh Berubah, Komitmen Mendidik Tidak Boleh Berubah
Ketua Dikdasmen dan PNF PDM Gresik Abdul Aziz Menyampaikan Motivasi kepada seluruh peserta Serjab dan Rapat Kerja FOSKAM SD/MI Muhammadiyah Kapubaten Gresik ( Nurma/PWMU.CO)
pwmu.co -

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik, Dr. M. Fadholi Aziz, S.Si., M.Pd., mengingatkan pengurus Foskam SD/MI Muhammadiyah Kabupaten Gresik bahwa perkembangan teknologi tidak boleh menggeser komitmen pendidik dalam membentuk manusia.

Pesan tersebut disampaikan dalam serah terima jabatan (sertijab) pengurus Foskam masa bakti 2026–2027 yang berlangsung di Kusuma Agrowisata, Batu, Malang, Ahad (23/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Aziz mengajak pengurus dan anggota Foskam menjadi pemimpin pendidikan yang visioner, kolaboratif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi sekolah, guru, siswa, serta masyarakat.

Menurutnya, sekolah yang hebat tidak semata-mata ditentukan oleh kemegahan fasilitas. Lebih dari itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki visi, ketulusan, kemauan untuk terus belajar, serta kesungguhan dalam menjalankan amanah.

Amanah dalam Muhammadiyah, lanjutnya, bukan sesuatu yang sekadar dibanggakan, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan profesionalisme dan integritas.

Teknologi Berkembang, Keteladanan Tetap Utama

Ustadz Aziz menyoroti perkembangan dunia pendidikan yang berlangsung cepat, termasuk kehadiran kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), coding, dan berbagai teknologi pembelajaran lainnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diikuti oleh lembaga pendidikan. Namun, penggunaan teknologi tetap harus ditempatkan sebagai sarana untuk mendukung proses pendidikan, bukan menggantikan peran pendidik.

“Teknologi boleh berubah, tetapi komitmen kita untuk mendidik manusia tidak boleh berubah. Karena sehebat apa pun teknologi, ia tidak akan pernah mampu menggantikan keteladanan seorang guru,” tegasnya.

Ia menambahkan, kecanggihan AI juga tidak dapat menggantikan kasih sayang dan keteladanan pendidik maupun peran pemimpin yang mampu menggerakkan hati.

Karena itu, para pemimpin sekolah dituntut tidak hanya memahami perkembangan teknologi, tetapi juga mampu memastikan pendidikan tetap berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

Foskam Menjadi Ruang Kolaborasi

Ustadz Aziz menyebut Foskam memiliki posisi strategis sebagai wadah kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah untuk berbagi ilmu, pengalaman, serta praktik baik.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurutnya, keberhasilan satu sekolah merupakan bagian dari keberhasilan bersama. Karena itu, berbagai inovasi pembelajaran maupun praktik baik yang dilakukan guru dan kepala sekolah perlu dibagikan agar dapat dikembangkan di sekolah lainnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pertemuan, tetapi berkembang menjadi budaya saling mendukung dan belajar bersama antarsekolah Muhammadiyah.

Dalam menjalankan peran tersebut, ia menekankan tiga karakter penting yang perlu dimiliki pengurus Foskam, yakni visioner, kolaboratif, dan berdampak.

Pemimpin yang visioner harus mampu melihat perubahan dan mempersiapkan sekolah menghadapi kebutuhan pendidikan di masa mendatang. Sementara sikap kolaboratif diperlukan agar sekolah tidak berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan.

Adapun kepemimpinan yang berdampak, menurutnya, dapat dilihat dari perubahan positif yang dirasakan oleh orang-orang di lingkungan sekolah.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari lamanya masa jabatan atau banyaknya penghargaan yang diperoleh, tetapi dari seberapa banyak orang yang menjadi lebih baik karena kepemimpinannya.

Menutup pesannya, Ustadz Aziz mengajak pengurus Foskam masa bakti 2026–2027 merawat persaudaraan, memperkuat kolaborasi, dan terus melahirkan inovasi dalam pendidikan.

“Bukan untuk menjadi sekolah yang lebih hebat dari sekolah lain, tetapi menjadi sekolah yang setiap hari lebih baik daripada hari kemarin,” pungkasnya.

Melalui sertijab tersebut, Foskam SD/MI Muhammadiyah Kabupaten Gresik diharapkan dapat terus menjadi ruang kolaborasi bagi sekolah dan madrasah Muhammadiyah dalam menghadapi perubahan zaman, sekaligus menjaga komitmen terhadap pendidikan yang berkarakter dan berkemajuan. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu