Beragam permainan tradisional kembali menghidupkan suasana perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di RT 03/RW 04 Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Sabtu–Ahad (22–23/8/2026). Kegiatan tersebut digelar KKN MAs Kelompok 33 bersama Karang Taruna Tri Raharjo.
Rangkaian perlombaan menghadirkan berbagai permainan yang mulai jarang ditemui dalam keseharian. Bakiak, egrang, suit kardus, paku botol, estafet air menggunakan gelas, memaral, pancing kerupuk, palu, estafet egrang, hingga estafet balon menjadi bagian dari perlombaan.
Kegiatan tidak hanya menghadirkan hiburan bagi warga, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda. Peserta diajak bermain sekaligus belajar menjaga kekompakan, keseimbangan, ketangkasan, dan sportivitas.
Permainan bakiak dan egrang menjadi salah satu yang menarik perhatian warga. Permainan yang dahulu banyak ditemui dalam berbagai kegiatan masyarakat tersebut kembali dimainkan dalam suasana perayaan kemerdekaan.
Sorakan warga dan semangat peserta membuat perlombaan berlangsung meriah. Peserta saling memberikan dukungan ketika harus menjaga keseimbangan di atas egrang maupun menyelaraskan langkah saat mengikuti lomba bakiak.
Kenalkan Permainan Tradisional kepada Generasi Muda
Ketua Karang Taruna Tri Raharjo, Firdaus, mengatakan perlombaan tersebut menjadi salah satu cara untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada masyarakat, terutama generasi muda.
“Melalui perlombaan ini, kami ingin mengenalkan kembali permainan tradisional kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Kami bangga karena permainan yang dulu sering dimainkan kini bisa kembali hadir dan memeriahkan peringatan kemerdekaan,” ujar Firdaus.
Menurutnya, permainan tradisional tidak hanya memberikan kesenangan. Berbagai permainan juga mengajarkan nilai kebersamaan, kekompakan, kerja sama, dan sportivitas.
Nilai tersebut terlihat ketika peserta harus bekerja sama menyelesaikan permainan secara berkelompok. Setiap anggota dituntut menjaga ritme dan mengikuti aturan agar dapat menyelesaikan perlombaan dengan baik.
Kolaborasi KKN MAs dan Karang Taruna
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kolaborasi KKN MAs Kelompok 33 dengan Karang Taruna Tri Raharjo dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kolaborasi tersebut mempertemukan mahasiswa dengan pemuda dan masyarakat setempat dalam kegiatan yang bersifat rekreatif sekaligus edukatif. Permainan tradisional dipilih sebagai salah satu cara untuk menghadirkan kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Antusiasme warga terlihat sepanjang perlombaan. Suasana semakin semarak ketika peserta dari berbagai kelompok usia mengikuti permainan dan saling memberikan dukungan.
Bagi generasi muda, kegiatan tersebut memberikan pengalaman untuk mengenal permainan yang tidak banyak mereka temui dalam aktivitas sehari-hari. Sementara bagi warga yang lebih dewasa, perlombaan menjadi kesempatan untuk kembali memainkan permainan yang pernah populer pada masa lalu.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat menjadi ruang pertemuan lintas generasi. Anak-anak, pemuda, dan warga dapat berkumpul dalam suasana santai sambil membangun kebersamaan di lingkungan tempat tinggal.
Permainan Tradisional sebagai Ruang Kebersamaan
Berbagai permainan yang dilombakan tidak hanya mengandalkan kemampuan individu. Sebagian permainan membutuhkan koordinasi dan kerja sama antarpeserta.
Dalam permainan bakiak, misalnya, peserta harus menyelaraskan langkah agar dapat bergerak bersama. Sementara permainan egrang melatih keseimbangan dan keberanian peserta.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti perlombaan. Selain bersenang-senang, mereka belajar mengikuti aturan, menghargai peserta lain, dan menerima hasil perlombaan dengan sportif.
Kolaborasi KKN MAs Kelompok 33 dan Karang Taruna Tri Raharjo pun menunjukkan bahwa kegiatan memperingati kemerdekaan dapat dikemas dengan cara yang dekat dengan masyarakat sekaligus mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda.
Rangkaian perlombaan di RT 03/RW 04 Desa Beji menjadi ruang bagi warga untuk kembali memainkan permainan yang mulai jarang ditemui dalam keseharian. Semangat kemerdekaan pun hadir melalui kebersamaan, keceriaan, dan upaya mengenalkan warisan permainan tradisional kepada generasi berikutnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments