Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung, Paciran, Lamongan, memulai pembinaan Tilawatil Qur’an bagi santri putri dengan menghadirkan pelatih baru, Ustadzah Maslahatul Ummah, S.Sos.
Latihan perdana tersebut menjadi langkah awal pembinaan tilawah yang ditujukan untuk mengembangkan talenta para santri putri sekaligus mempersiapkan qori’ah untuk berbagai kegiatan di lingkungan pesantren dan ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Maslahatul Ummah berasal dari Sekapuk, Ujungpangkah, Gresik. Lulusan S1 Institut Ilmu Al-Qur’an IIQ Jakarta tahun 2019 itu memiliki sejumlah prestasi di bidang MTQ.
Di antaranya Juara 2 MTQ Jawa Timur cabang Murattal Qira’at Sab’ah tahun 2019, Juara 2 MTQ Jawa Timur cabang Murattal Dewasa tahun 2021, serta Juara 2 Tingkat Nasional MTQ Mahasiswa.
Ia juga merupakan didikan langsung Ibu Nyai Nur Khoiriyah, seorang Qori’ah Internasional.
Dalam latihan perdananya, Maslahatul Ummah mengaku terkesan dengan semangat para santri putri yang mengikuti pembinaan.
Menurutnya, semangat peserta menjadi dorongan tersendiri dalam proses latihan. Ia juga melihat adanya sejumlah talenta yang dapat dikembangkan di Ponpes Al-Ishlah.
“MasyaAllah saya melihat semua peserta sangat bersemangat berlatih, hal ini membuat saya lebih bersemangat untuk melatih mereka. Saat praktek saya melihat ada talenta-talenta yang bagus di Al-Ishlah ini, maka saya targetkan dalam 1 tahun berlatih peserta akan dapat menguasai lagu dengan baik,” ujarnya.
Pembinaan Tilawatil Qur’an tersebut diharapkan menjadi proses berkelanjutan bagi santri putri untuk mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan seni tilawah.
Target satu tahun untuk menguasai lagu menjadi salah satu arah pembinaan yang akan dijalani para peserta.
Koordinator Tilawah Al-Qur’an Ponpes Al-Ishlah, Yusuf Abidin, SQ, SHI, menyambut kedatangan pelatih baru tersebut. Menurutnya, kehadiran pelatih profesional dan berprestasi menjadi bagian penting dalam pengembangan talenta tilawah santri putri.
“Saya sangat bersyukur bahwa usaha untuk mencari pelatih tilawah untuk santri putri telah tercapai. Dengan pelatih yang profesional dan berprestasi mudah-mudahan para santri putri yang memiliki talenta tilawah ini dapat menyerap ilmu dari pelatih, berprestasi dalam ajang MTQ dan yang lebih penting adalah tersedianya Qori’ah pada kegiatan-kegiatan internal Ponpes Al-Ishlah,” ungkapnya.
Melalui pembinaan intensif tersebut, Ponpes Al-Ishlah berharap dapat mengembangkan potensi santri putri yang memiliki bakat di bidang Tilawatil Qur’an.
Pembinaan ini tidak hanya diarahkan untuk mendukung prestasi peserta dalam ajang MTQ, tetapi juga untuk menyiapkan qori’ah yang dapat berperan dalam berbagai kegiatan internal di lingkungan Pondok Pesantren Al-Ishlah.
Dengan dimulainya latihan perdana, para santri putri kini memiliki ruang pembinaan untuk terus mengasah kemampuan tilawah bersama pelatih yang memiliki pengalaman dan prestasi di bidang tersebut.
Ke depan, pembinaan tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi qori’ah muda yang mampu berprestasi sekaligus menghidupkan syiar Al-Qur’an di lingkungan pesantren dan masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments