Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Prof Bayu Dorong Muhammadiyah Cakru Terapkan AI dan IoT untuk Wujudkan Pertanian Berkemajuan

Iklan Landscape Smamda
Prof Bayu Dorong Muhammadiyah Cakru Terapkan AI dan IoT untuk Wujudkan Pertanian Berkemajuan
Prof. Bayu Taruna Widjaja Putra, S.TP., M.Eng., Ph.D. ketika memaparkan materi (Bambang Adam Malik/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cakru menggelar Pengajian Antar Ranting di Masjid Assholihin Cakru, Senin (1/6/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Menanam Berkah, Menuai Barokah: Sinergi Ilmu Pertanian Modern dan Tawakal kepada Allah” tersebut menghadirkan Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember, Prof. Bayu Taruna Widjaja Putra, S.TP., M.Eng., Ph.D.

Dalam pengajian yang dihadiri Wakil Ketua PDM Jember Drh. Puput Ridjalu Widjaya, jajaran PCM Cakru, pimpinan ranting Muhammadiyah, serta warga sekitar itu, Prof. Bayu mengajak umat Islam untuk tidak memisahkan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurutnya, penguasaan sains merupakan bagian dari upaya memahami ayat-ayat kauniyah atau tanda-tanda kebesaran Allah yang terbentang di alam semesta.

“Kita tidak boleh memisahkan ilmu agama dengan ilmu lainnya. Menguasai sains dan teknologi adalah sarana kita untuk membaca ayat-ayat kauniyah, tanda-tanda kebesaran Allah yang terhampar di alam semesta,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Bayu mengulas berbagai fenomena alam yang disebutkan dalam Al-Qur’an, mulai dari penciptaan gunung, hamparan bumi, hingga keragaman kondisi geografis yang memengaruhi pertumbuhan tanaman.

Ia menjelaskan bahwa perbedaan ketinggian wilayah, misalnya, berpengaruh terhadap kualitas dan jenis tanaman yang dapat tumbuh, termasuk kopi robusta dan arabika.

Sebagai pakar di bidang pertanian presisi, Prof. Bayu menilai sektor pertanian Indonesia perlu bertransformasi dengan memanfaatkan teknologi modern agar mampu menghadapi tantangan perubahan iklim dan meningkatkan efisiensi produksi.

Ia mengingatkan bahwa prediksi fenomena El Nino yang menyebabkan musim kemarau lebih panjang menjadi tantangan yang harus diantisipasi melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Bayu memperkenalkan sejumlah teknologi yang tengah dikembangkan bersama tim Universitas Jember untuk mendukung pertanian presisi.

Teknologi tersebut antara lain Internet of Things (IoT) dan sensor tanah yang mampu memantau kebutuhan air secara real-time melalui aplikasi telepon pintar. Selain itu, Artificial Intelligence (AI) digunakan untuk menganalisis kebutuhan pupuk, mengevaluasi mutu hasil panen, serta mendeteksi serangan hama sejak dini.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia juga mengenalkan pemanfaatan citra satelit dan drone yang dapat digunakan untuk memetakan kondisi lahan secara lebih cepat dan akurat tanpa harus melakukan pengecekan manual di seluruh area pertanian.

“Prinsip pertanian presisi adalah keadilan. Tanaman mendapatkan air dan pupuk sesuai kebutuhan, diberikan pada waktu yang tepat dan di lokasi yang tepat. Tidak boleh boros atau sekadar mengikuti kebiasaan orang lain,” tegasnya.

Selain teknologi digital, Prof. Bayu juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan melalui penggunaan panel surya untuk mendukung sistem irigasi pertanian. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi energi matahari yang sangat besar dan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi biaya operasional petani.

Pada akhir pemaparannya, Prof. Bayu mengajak Muhammadiyah untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan sektor pertanian, tidak hanya berfokus pada bidang pendidikan dan dakwah.

Ia bahkan menyatakan kesiapan tim Universitas Jember untuk mendampingi Muhammadiyah Cakru dalam mengembangkan lahan percontohan pertanian presisi berbasis teknologi modern.

Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi awal lahirnya model pertanian berkemajuan yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Meski demikian, Prof. Bayu menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus tetap dibarengi dengan sikap tawakal kepada Allah SWT.

“Hasil akhir adalah hak prerogatif Allah. Tugas kita adalah berikhtiar dengan ilmu terbaik yang kita miliki. Bahkan jika besok kiamat datang dan di tangan kita masih ada bibit tanaman, Rasulullah tetap mengajarkan untuk menanamnya. Itulah mentalitas petani yang tangguh,” pungkasnya.

Melalui pengajian tersebut, Muhammadiyah Cakru diharapkan dapat memperluas peran dakwahnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern yang berkelanjutan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 02/06/2026 16:51
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu