Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PW IPM Jatim Dorong Standarisasi Fasilitator di Rakernas PP IPM

Iklan Landscape Smamda
PW IPM Jatim Dorong Standarisasi Fasilitator di Rakernas PP IPM
PW IPM Jawa Timur Paparkan Progres Report di Rakernas PP IPM, Yuda Wahyu Soroti Urgensi Pengawalan Standarisasi Fasilitator (Hilma Rofi Mahfudzhah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur memaparkan perkembangan organisasi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) yang berlangsung pada Ahad-Senin (19–20/7/2026) di Gedung Bromo, Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bisnis dan Pariwisata (BBPPMPV BISPAR), Depok, Jawa Barat.

Dalam forum tersebut, Ketua Umum PW IPM Jawa Timur, Yuda Wahyu, menyampaikan laporan perkembangan kelembagaan sekaligus sejumlah catatan strategis mengenai penguatan sistem perkaderan IPM. Salah satu capaian yang dipaparkan adalah berkembangnya struktur organisasi hingga menjangkau ratusan pimpinan ranting di berbagai daerah di Jawa Timur.

Perkembangan Organisasi Terus Menguat

Yuda menjelaskan, hingga pertengahan 2026, IPM Jawa Timur telah memiliki 38 Pimpinan Daerah (PD), 172 Pimpinan Cabang (PC), 383 Pimpinan Ranting (PR), serta membina 47 kelompok IPM Kids sebagai bagian dari kaderisasi pelajar sejak usia dini.

Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa proses kaderisasi IPM di Jawa Timur terus berjalan secara konsisten. Struktur organisasi yang semakin luas menjadi modal penting untuk memperkuat gerakan pelajar Muhammadiyah hingga tingkat akar rumput.

“Pertumbuhan struktur organisasi ini menunjukkan bahwa kaderisasi IPM di Jawa Timur terus berkembang. Kami berharap keberadaan pimpinan di setiap jenjang mampu memperkuat gerakan pelajar Muhammadiyah di daerah masing-masing,” ujar Yuda.

Selain melaporkan perkembangan organisasi, PW IPM Jawa Timur juga menegaskan komitmennya untuk mengawal dan menyukseskan berbagai program nasional yang dirancang oleh PP IPM.

Yuda menilai jaringan organisasi yang telah terbentuk hingga tingkat ranting menjadi kekuatan utama dalam mendistribusikan program kepada pelajar Muhammadiyah di berbagai daerah.

“Dengan jaringan ranting yang kami miliki, kami siap membersamai setiap program PP IPM agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelajar hingga tingkat paling bawah,” katanya.

SMPM 5 Pucang SBY

Standarisasi Fasilitator Jadi Catatan Strategis

Pada bagian akhir penyampaian progress report, Yuda menyampaikan satu catatan penting terkait rencana standarisasi formula pelatihan fasilitator yang tengah disusun PP IPM melalui pendekatan top down.

Menurutnya, kebijakan tersebut perlu mendapat dukungan seluruh jenjang kepemimpinan karena menjadi langkah strategis dalam menjaga kualitas kaderisasi di lingkungan IPM.

“Pada dasarnya hal itu sangat dibutuhkan supaya substansi perkaderan bisa dirasakan mulai dari tingkat wilayah hingga ranting, demi kebermanfaatan dan kemaslahatan pelajar, dari pelajar untuk umat dan bangsa,” tegasnya.

Ia menambahkan, standarisasi pelatihan bukan sekadar penyamaan administrasi, melainkan upaya membangun kualitas fasilitator yang merata di seluruh Indonesia. Dengan demikian, proses perkaderan dapat berjalan lebih terarah dan memiliki standar mutu yang sama di setiap wilayah.

Melalui penyampaian laporan perkembangan organisasi tersebut, PW IPM Jawa Timur berharap komunikasi dan sinergi antara Pimpinan Pusat dengan seluruh pimpinan wilayah semakin kuat. Sinergi itu diharapkan mampu memperkuat implementasi kebijakan dan program perkaderan sehingga benar-benar menjawab kebutuhan pelajar Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Rakernas PP IPM yang berlangsung selama dua hari ini menjadi forum evaluasi sekaligus penyusunan arah kebijakan organisasi untuk memperkuat gerakan IPM dan meningkatkan kualitas kaderisasi pelajar Muhammadiyah di tingkat nasional. (*)

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu