Shenzhen, Tiongkok, Jumat, 17 April 2026 — Di tengah padatnya agenda kunjungan ke rumah sakit, industri alat kesehatan, dan sekolah-sekolah di Kota Shenzhen yang difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya, rombongan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur tetap meneguhkan satu hal yang tidak boleh tertinggal: kewajiban kepada Allah SWT.
Di sela kunjungan ke kantor dan pabrik alat kesehatan Mindray Shenzhen, rombongan melaksanakan Shalat Jum’at dengan khusyuk di ruang perjamuan kantor tersebut. Momen ini menjadi pemandangan yang mengesankan—di tengah ritme kunjungan internasional yang padat, ibadah justru menghadirkan ketenangan, kekhidmatan, dan makna mendalam.
Bertindak sebagai muadzin adalah Edwin Yogi Laayrananta, Direktur SMA Muhammadiyah 1 Taman (SMAMITA). Sementara khatib dan imam adalah Ir. Tamhid Masyhudi, Wakil Ketua PWM Jawa Timur sekaligus Ketua Rombongan.
Pelaksanaan Shalat Jum’at di lingkungan industri alat kesehatan terkemuka dunia ini menjadi simbol bahwa Muhammadiyah tidak memisahkan antara kemajuan, profesionalitas, dan spiritualitas. Kunjungan ke pusat inovasi kesehatan global dimaknai bukan hanya sebagai agenda pembelajaran dan penguatan jejaring, tetapi juga sebagai ruang meneguhkan nilai-nilai Islam dalam praktik kehidupan modern.
Selepas Shalat Jum’at, rombongan mengikuti jamuan makan siang dari Mindray Indonesia. Namun yang paling membekas adalah pesan khutbah singkat yang disampaikan oleh Ir. Tamhid Masyhudi, yang menegaskan lima nilai utama bagi masa depan pengelolaan amal usaha Muhammadiyah.
Pesan pertama adalah ketaatan kepada Allah SWT. Di tengah kesibukan dan agenda strategis, seorang muslim tidak boleh kehilangan orientasi utama hidupnya, yaitu beribadah kepada Allah.
Al-Qur’an menegaskan bahwa manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya, sebagaimana termaktub dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56. Ketaatan ini tidak hanya tercermin dalam ibadah mahdhah seperti Shalat Jum’at, tetapi juga dalam niat, kejujuran, amanah, dan orientasi pengabdian.
Pesan kedua adalah adil dan ihsan sebagai nilai fundamental dalam tata kelola amal usaha. Al-Qur’an secara tegas menyatakan bahwa Allah memerintahkan berlaku adil dan berbuat ihsan dalam QS. An-Nahl ayat 90.
Adil berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya, sedangkan ihsan berarti bekerja melampaui kewajiban formal dengan mutu terbaik dan ketulusan. Nilai ini menjadi fondasi penting dalam membangun amal usaha Muhammadiyah yang berkemajuan.
Pesan ketiga menekankan hubungan manusia dengan alam. Al-Qur’an menjelaskan bahwa Allah menundukkan apa yang ada di langit dan di bumi untuk manusia dalam QS. Al-Jatsiyah ayat 13.
Namun, penundukan tersebut bukan untuk merusak, melainkan amanah untuk mengelola dan memanfaatkan secara bijak. Teknologi dan sistem modern harus diarahkan untuk kemaslahatan umat.
Pesan keempat mengingatkan bahwa setiap amanah selalu disertai ujian. Al-Qur’an mengingatkan dalam QS. Al-‘Ankabut ayat 2–3 bahwa manusia tidak akan dibiarkan tanpa ujian.
Tantangan dalam pengelolaan amal usaha Muhammadiyah mencakup mutu layanan, daya saing, adaptasi teknologi, hingga keberlanjutan. Kunjungan ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadapi tantangan tersebut.
Pesan kelima menegaskan bahwa setiap amal akan dipertanggungjawabkan. Al-Qur’an menyatakan dalam QS. Az-Zalzalah ayat 7–8 bahwa setiap kebaikan dan keburukan akan mendapatkan balasan.
Kesadaran ini menjadi fondasi integritas dalam kepemimpinan dan pengelolaan amal usaha Muhammadiyah.
Khutbah tersebut menyatu dengan konteks lawatan PWM Jawa Timur di Shenzhen. Kunjungan ini bukan sekadar melihat kemajuan, tetapi juga menjadi momentum muhasabah.
Shalat Jum’at di kantor Mindray menjadi penegasan identitas bahwa Muhammadiyah hadir sebagai pembawa nilai Islam berkemajuan—memadukan iman, ilmu, teknologi, dan kemaslahatan.
Di kota yang identik dengan inovasi dan kecepatan perubahan seperti Shenzhen, rombongan PWM Jawa Timur justru menegaskan satu hal mendasar: sejauh apa pun perjalanan, manusia tetap harus kembali meneguhkan sujudnya kepada Allah SWT.
Dari sujud itulah lahir kejernihan visi, kekuatan moral, dan keberkahan dalam mengelola amal usaha untuk umat dan peradaban.





0 Tanggapan
Empty Comments