Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Refleksi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Perlu Pikirkan Masa Depan Gen Z

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Refleksi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Perlu Pikirkan Masa Depan Gen Z
Diskusi publik Riset and Consulting Policy (RC-POL) bertema “Refleksi Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran dalam Perspektif Gen Z”, Sabtu (17/10/2026). Foto: Ardi Firdiansyah.
pwmu.co -

Selasa (20/10/2026) ini genap 2 Tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran. Akan tetapi masih banyak persoalan yang dihadapi oleh Pemerintah Prabowo-Gibran.

Untuk melihat persoalan tersebut, lembaga Riset and Consulting Policy (RC-POL) menggelar diskusi publik yang mengangkat tema “Refleksi Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran dalam Perspektif Gen Z” yang digelar secara online pada Sabtu (17/10/2026).

Di antara banyak persoalan yang dihadapi Pemerintah Prabowo-Gibran, Direktur Utama RC-POL Muhammad Ardi Firdiansyah lebih menyoroti masa depan Gen-Z.

Menurutnya untuk membangun generasi emas 2045, Pemerintah harus memulai dari program yang memberi ruang yang luas bagi Generasi Z.

“Pemerintah telah memperkirakan penduduk yang berusia produktif pada tahun 2045 mencapai 69 persen hingga 70 persen. Dan pada Pemilu 2024 kemarin Pemilih gen Z dan Milenial mencapai 56 persen dan secara khusus Pemilih Gen-Z mencapai 22,85 persen” ungkap Ardi.

“Artinya Gen Z memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa kedepannya. Jangan sampai Gen Z hanya menjadi tumbal politik pada saat Pemilu” tuturnya.

Lebih lanjut, Kader IMM Renaissance FISIP UMM itu menyarankan agar Pemerintah Prabowo-Gibran membuat program prioritas bagi generasi muda lebih khusus Gen Z.

“Sampai saat ini tingkat pengangguran terbuka Gen Z mencapai 51,5 persen. Data tersebut memperlihatkan bagaimana sulitnya masyarakat Indonesia lebih khusus Gen Z sangat sulit mencari pekerjaan” tambah Ardi.

Menurutnya, dua Tahun Pemerintah Prabowo-Gibran harus benar-benar memikirkan masa depan Gen Z. Mulai dari persiapan kualitas SDM-nya hingga pada pembukaan lapangan pekerjaan yang luas.

1 dari 6 Anak Muda Menganggur

Hal tersebut diperkuat oleh Dosen Prodi D4 Akuntansi Sektor Publik Universitas Bima Internasional MFH sekaligus Deputi Bidang Riset Politik dan Kebijakan Publik RC-POL, Khairur Raziqin.

Pada kajian refleksi dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran tersebut, Iqin, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa 1 dari 6 anak muda di Indonesia menganggur.

“1 dari 6 Gen Z menjadi pengangguran. Hal ini memperlihatkan bahwa sulitnya mencari pekerjaan di negara ini” tegasnya.

“Hingga saat ini jumlah pengangguran di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 1,89 juta. Artinya program prioritas Prabowo-Gibran seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih dan program prioritas lainnya belum banyak menyerap tenaga kerja” ucapnya.

Iqin juga menyoroti persoalan lapangan kerja yang tidak memihak pada Gen Z.  Ia berujar, hari ini tak sedikit Gen Z yang terbuang sia-sia waktu serta tenaganya.

“Seperti banyak dosen Gen Z atau dosen baru di berbagai kampus hanya mengajar 1-2 hari saja dalam seminggu. Di sisi lain ada juga Gen Z yang upahnya tidak sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah” tuturnya.

Melihat hal tersebut, lanjutnya, bukan tidak mungkin jika muncul sikap skeptis kepada Pemerintah.

Seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, muncul hashtag kabur aja dulu, dan gerakan lainnya seperti hastag Indonesia Gelap, problem tersebut harus direspon serius oleh Pemerintah.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

“Hal ini memperlihatkan bahwa Gen Z sangat sulit mencari pekerjaan dan Pemerintah masih belum mampu menjawab problem tersebut” katanya.

Sementara Nirmala Eka Rahmawati, kader muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ,selaku narasumber kedua menyoroti peran Gen Z dalam memilih pemimpin.

“Sebagai salah satu kader pendukung Pemerintah saat ini, saya melihat bahwa Gen Z masih banyak terkecoh oleh konten-konten pada saat Pemilu” kata Nirmala.

Hal ini, lanjutnya, tampak dari banyaknya Gen Z yang memilih Prabowo-Gibran pada Pemilu 2024 karena konten media sosial.

4 Aspek Kegagalan Pemerintah

Lalu berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh tim riset Dosen Ilmu Politik Unair dan Mahasiswa bahwa sekitar 53 responden memilih Prabowo-Gibran akibat sering muncul di media sosial.

“Dan sebanyak 175 responden Gen Z memilih karena Program, hal ini memperlihatkan bahwa Gen Z sangat aktif melibatkan dirinya dalam Pemilu 2024” ucapnya.

“Tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah semakin menurun. Dua tahun sudah Prabowo-Gibran memimpin Indonesia akan tetapi tingkat kepercayaan yang dulu mencapai 80 persen malah turun menjadi 50 persen dalam kurun waktu satu tahun” jelas Nirmala.

Lebih lanjut, ia menyebut ada empat aspek yang dinilai gagal dalam Pemerintahan Prabowo-Gibran, yaitu:

Pertama, 59,7 persen responden melihat Pemerintah tidak mampu mengendalikan harga bahan pokok.

Kedua, 57,7 perrsen responden melihat Pemerintah tidak mampu menurunkan angka pengangguran.

ketiga, 51,6 persen responden melihat Pemerintah belum mampu menciptakan lapangan pekerjaan, serta

Keempat, 45,4 persen responden melihat Pemerintah belum mampu memberantas korupsi.

Menurutnya, di sinilah peran Gen Z kedepannya harus lebih aktif dan kritis. “Seperti yang disampaikan sebelumnya, jika sebagai Gen Z ingin Pemerintah berpihak pada kita, maka kita harus benar-benar kritis dalam memilih pemimpin kedepannya” pesannya.

Hal ini, lanjutnya, sebab Gen Z merupakan salah satu pemilik suara terbanyak pada Pemilu selanjutnya. “Jangan sampai kita hanya memilih berdasarkan rasa empati yang ditonjolkan pada media sosial semata, kita harus memilih berdasarkan rekam jejak, program, integritas calonnya” tutupnya.

 

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 20/10/2026 14:32
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu