Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur melaksanakan audiensi dengan pimpinan Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) dalam rangka menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIV PW IPM Jawa Timur.
Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Rektorat UMLA pada Kamis (18/6/2026) tersebut diterima langsung oleh Rektor Umla, Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, S.Kep, Ners, M.Kes..
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, H. M. Bakri Priyodwi Atmaji, S.Kep., M.Kep., serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Al-Islam Kemuhammadiyahan, H. Alifin, S.K.M., M.Kes..
Ketua Umum PW IPM Jawa Timur, Hengki Pradana, menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat sinergi antara organisasi pelajar Muhammadiyah dengan perguruan tinggi Muhammadiyah dalam menyiapkan kader masa depan.
Menurutnya, tantangan kaderisasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan penguatan organisasi, tetapi juga bagaimana memastikan kader IPM memiliki akses pendidikan yang baik serta mampu berkembang di berbagai bidang keilmuan.
“PW IPM Jawa Timur terus berupaya membangun ekosistem kaderisasi yang berkelanjutan. Kami melihat perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam mendampingi kader untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan kapasitas diri, serta memperluas kontribusi di berbagai sektor kehidupan,” ujar Hengki.
Ia menambahkan bahwa masukan dari perguruan tinggi menjadi bekal penting bagi IPM dalam menyusun arah gerakan kaderisasi ke depan. Terlebih, Jawa Timur memiliki jumlah kader yang besar sehingga memerlukan strategi yang matang dalam pengembangan sumber daya manusia.
Sementara itu, Prof. Abdul Aziz Alimul Hidayat, menekankan pentingnya penguatan pendidikan bagi kader IPM sebagai investasi jangka panjang bagi Muhammadiyah. Menurutnya, kader pelajar Muhammadiyah perlu didorong untuk melanjutkan pendidikan tinggi serta mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan zaman.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pemerataan kader di berbagai bidang keilmuan. Muhammadiyah, menurutnya, membutuhkan kader yang tidak hanya hadir pada bidang tertentu, tetapi juga mampu mengambil peran di berbagai sektor strategis, mulai dari kesehatan, pendidikan, teknologi, ekonomi, hingga bidang-bidang profesional lainnya.
“Kader IPM perlu dipersiapkan untuk masuk ke berbagai disiplin ilmu. Dengan begitu, ke depan Muhammadiyah memiliki sumber daya manusia yang kuat dan tersebar di berbagai sektor yang dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.
Azis juga menyampaikan komitmen kampus dalam mendukung pengembangan kader Muhammadiyah melalui berbagai program akademik, kemahasiswaan, dan penguatan kapasitas yang dapat diakses oleh kader IPM Jawa Timur.
Audiensi tersebut berlangsung hangat dan produktif dengan berbagai diskusi mengenai penguatan kaderisasi, pendidikan tinggi, serta peluang kolaborasi antara PW IPM Jawa Timur dan Universitas Muhammadiyah Lamongan.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi dalam menyiapkan kader Muhammadiyah yang unggul, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments