Pertemuan dua perguruan tinggi Muhammadiyah tak selalu berlangsung di ruang rapat. Kamis (27/8/2026), silaturahmi Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) akan berlangsung di lapangan mini soccer.
Dua kampus Muhammadiyah itu bakal menggelar pertandingan persahabatan di Bay Arena Mini Soccer Field Kenpark, Surabaya, mulai pukul 15.30 WIB.
Yang menarik, pertandingan ini mempertemukan langsung dua pucuk pimpinan kampus. Rektor Umsura Prof. Dr. Mundakir akan memperkuat tim Umsura, sedangkan Rektor Umsida Dr. Hidayatulloh turun membela tim Umsida.
Wakil Rektor Umsura Dr. Radius Setyawan mengatakan, pertandingan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang lebih akrab antarpimpinan dan sivitas akademika kedua perguruan tinggi.
“Kebetulan, kedua rektor sama-sama suka sepak bola. Jadi, sekalian kita membuat pertandingan persahabatan,” katanya.
Menurut Radius, olahraga menjadi medium yang sederhana tetapi efektif untuk membangun kedekatan.
“Pertandingan ini juga diharapkan tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan di lapangan, tetapi menjadi ruang bertemu, berbincang, dan memperkuat sinergi antarkampus Muhammadiyah,” timpalnya.
Kata Radius, momen ini kali pertama digelar. Mudah-mudahan bisa menjadi kegiatan yang positif dan berkelanjutan.
“Olahraga membuat kita sehat, sekaligus mempererat silaturahmi dan persaudaraan,” ujarnya.
Gus Ubaid, begitu sapaan karibnya, juga berharap pertandingan persahabatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Menurutnya, suasana santai melalui olahraga justru dapat membuka komunikasi yang lebih cair dan melahirkan berbagai gagasan kolaborasi antara Umsida dan Umsura.
“Semoga setelah pertandingan ini ada banyak hal baik yang bisa dikembangkan bersama, baik dalam bidang olahraga, pendidikan, maupun kegiatan lainnya,” ujarnya.
Pertandingan mini soccer ini pun diprediksi berlangsung penuh keakraban. Meski membawa nama masing-masing kampus, semangat utama yang dibawa kedua tim bukan sekadar mengejar kemenangan.
Di atas lapangan, boleh saja saling menyerang dan berebut gol. Namun setelah peluit panjang berbunyi, yang diharapkan tetap satu: persaudaraan dan sinergi keluarga besar Muhammadiyah.
Pertandingan ini sekaligus menjadi contoh bahwa silaturahmi antarpersyarikatan dapat dibangun melalui banyak cara.
Tidak harus selalu dengan forum formal, tetapi bisa melalui aktivitas olahraga yang sehat, santai, dan penuh kegembiraan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments