Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Muhammadiyah 7 Blimbing Lamongan atau yang lebih dikenal dengan sebutan SMP Mutu, berlangsung semarak, Rabu (26/8/2026).
Mengusung tema “Cinta Nabi dalam Aksi, Bukan Hanya Kata”, kegiatan yang digelar di halaman SMP Mutu tersebut diikuti seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9.
Peringatan Maulid Nabi tahun ini tidak sekadar menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW.
Lebih dari itu, kegiatan dirancang untuk mengajak para siswa memahami bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW harus diwujudkan melalui perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Tegaskan Makna Cinta Rasulullah
Ketua Panitia, Ilma Rahmawati SPdI mengatakan bahwa tema yang diangkat sengaja dipilih untuk menegaskan kembali makna cinta kepada Rasulullah SAW.
“Cinta kepada Rasulullah itu tidak hanya sekadar ungkapan, tetapi harus dinyatakan dalam bentuk aksi dan tindakan. Karena itu, melalui kegiatan ini kami ingin mengajak siswa untuk membuktikan kecintaan kepada Nabi melalui akhlak dan perilaku sehari-hari” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Selanjutnya, Kepala SMP Mutu, Wariyono SAg MPdI memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dalam sambutannya, Wariyono menekankan pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam membangun karakter siswa.
“Kami berharap melalui peringatan Maulid Nabi ini, siswa SMP Mutu dapat mengambil keteladanan dari akhlak Nabi Muhammad SAW. Keteladanan tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga siswa dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang memiliki karakter akhlaqul karimah” tuturnya.
Drama Musikal Hidupkan Kelahiran Rasulullah
Suasana peringatan semakin menarik ketika para siswa menampilkan drama musikal yang menggambarkan peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Pertunjukan tersebut menjadi salah satu bagian yang paling dinanti karena memadukan seni peran, musik, dan pesan-pesan keteladanan.
Sebanyak 14 siswa terlibat sebagai pemain drama. Yaitu Rafifa Mahira (9B), Faina Fildza (8C), Nur Lail Candra (8C), M. Zaim (8C), Kholifah Putra (8C), Andy Firmansyah (8C), Roscalino (8C), Fajar Maulana (8C), M. Evan (8C), Ilham Pradipta (8C), Syahreza (8A), M. Faris (8A), M. Fadhil (8A), dan Saddan (8A).
Penampilan tersebut bukan hanya menjadi hiburan bagi para peserta, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang membuat kisah kelahiran Rasulullah SAW lebih dekat dan mudah dipahami oleh para siswa.
Tausiah: Cinta Nabi Harus Terlihat dalam Perilaku
Pesan utama peringatan Maulid semakin dipertegas melalui tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Fu’ad SAg MPdI.
Dalam tausiahnya, Ustadz Ahmad Fu’ad mengajak seluruh siswa untuk tidak berhenti pada rasa kagum dan kecintaan secara lisan kepada Rasulullah SAW. Kecintaan tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
Para siswa diajak meneladani akhlak Nabi dengan rajin belajar, rajin beribadah, menghormati dan mematuhi orang tua serta guru, serta membangun pergaulan yang baik dengan teman-teman.
Ia juga mengingatkan para siswa agar menjauhi perilaku bullying. Menurutnya, seorang pelajar yang mengaku mencintai Rasulullah harus mampu menghadirkan akhlak yang baik dalam pergaulan.
Namun tak sekadar itu, harus pula menghargai teman, tidak merendahkan orang lain, dan membangun lingkungan sekolah yang penuh persaudaraan.
Pesan tersebut menjadi relevan dengan kehidupan siswa sehari-hari: bahwa mencintai Nabi bukan hanya dengan memperbanyak ucapan shalawat, tetapi juga dengan menghadirkan akhlak Rasulullah dalam setiap tindakan.
Meriah dengan Kuis Interaktif
Setelah tausiah, suasana semakin semarak dengan kuis interaktif berhadiah menarik. Para siswa tampak antusias menjawab berbagai pertanyaan seputar kehidupan, perjuangan, dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.
Kuis tersebut menjadi cara kreatif SMP Mutu untuk mengemas pembelajaran keislaman agar lebih menyenangkan, interaktif, sekaligus mendorong siswa untuk mengenal lebih dekat sosok Rasulullah SAW.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Mutu akhirnya ditutup dengan penuh semangat dan kebersamaan.
Melalui momentum ini, SMP Mutu kembali menegaskan komitmennya untuk tidak mencetak siswa yang unggul secara akademik semata. Namun sekaligus membangun generasi yang memiliki karakter, akhlak, dan kepribadian mulia.
“Cinta Nabi dalam Aksi, Bukan Hanya Kata” pun diharapkan tidak berhenti sebagai tema kegiatan. Ia harus menjadi gerakan nyata seluruh warga sekolah: meneladani Rasulullah dalam belajar, beribadah, menghormati guru dan orang tua, menjaga persahabatan, serta menghadirkan akhlak mulia dalam setiap langkah.





0 Tanggapan
Empty Comments