Program revitalisasi satuan pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus menunjukkan dampak nyata. Di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, perbaikan sarana dan prasarana sekolah terbukti mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
Salah satu dampak signifikan dirasakan di SLB Negeri Kota Magelang. Sebelumnya, keterbatasan ruang kelas menjadi tantangan dalam proses belajar mengajar. Kini, dengan tambahan dua ruang kelas baru, kondisi pembelajaran menjadi lebih optimal.
Kepala sekolah, Ina Sulanti, menjelaskan bahwa perubahan tersebut memberikan kenyamanan bagi siswa.
“Dengan adanya tambahan ruang kelas, anak-anak tidak perlu lagi digabung dengan yang berbeda kebutuhan. Mereka belajar lebih nyaman dan aman, sehingga bisa meningkatkan prestasi belajar,” jelasnya.
Hal serupa juga dirasakan oleh SD Negeri Borobudur 2. Kepala sekolah, Sri Widati, mengungkapkan bahwa sebelum revitalisasi, kondisi bangunan cukup memprihatinkan dengan kerusakan pada atap, plafon, hingga dinding.
Melalui bantuan sebesar Rp665 juta, sekolah tersebut mendapatkan rehabilitasi lima ruang kelas serta pembangunan satu paket toilet baru.
“Dengan adanya revitalisasi ini, sekolah juga merasa bangga dan senang karena anak-anak sekarang bisa memiliki ruang kelas yang bagus, bersih, dan totalitas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Salam, Murtini, menyampaikan bahwa revitalisasi turut memperbaiki ruang administrasi sekolah yang sebelumnya rusak sejak lama.
Selain itu, sekolah juga mendapatkan fasilitas laboratorium komputer baru yang sangat mendukung pembelajaran.
“Dana itu kami pengerjaannya swakelola dari pihak sekolah bisa memilih langsung sehingga kualitas bangunannya bagus. Lalu, setelah ada laboratorium komputer yang baru, anak-anak senang sekali karena bangunannya bagus. Sangat mendukung pembelajaran, baik bagi guru maupun murid,” ungkapnya.
Bupati Kabupaten Magelang, Grengseng Pamuji, menilai program revitalisasi sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Dampak nyata dari revitalisasi ini kita rasakan di sekolah-sekolah. Mulai dari yang paling mendasar, toilet menjadi layak dan sehat. Kedua, ruang kelas menjadi aman dan nyaman. Ada ruang kesehatan serta laboratorium yang mendukung praktik, serta perpustakaan yang lebih tertata dan nyaman,” terangnya.
Kabupaten Magelang sendiri menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp54,4 miliar yang menjangkau 60 satuan pendidikan.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meresmikan hasil revitalisasi tersebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan secara merata.
Ia menjelaskan bahwa program revitalisasi terus diperluas secara nasional.
“Secara keseluruhan, insyaAllah bisa mencapai 71 ribu satuan pendidikan,” ujarnya.
Pada tahun 2025, program ini telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan. Sementara pada 2026, sebanyak 11.400 satuan pendidikan telah dialokasikan anggaran, dengan target pengembangan hingga 60.000 satuan pendidikan.
Program revitalisasi diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih optimal sehingga berdampak pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.





0 Tanggapan
Empty Comments