Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Riset Mahasiswa S3 UMM Berhasil Tekan Kematian Pedet Lewat Inovasi Manajemen Kolostrum

Iklan Landscape Smamda
Riset Mahasiswa S3 UMM Berhasil Tekan Kematian Pedet Lewat Inovasi Manajemen Kolostrum
pwmu.co -

Riset disertasi mahasiswa Program Doktor (S3) Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Wijayanto, berhasil menghadirkan inovasi manajemen kolostrum yang terbukti mampu menekan angka kematian anak sapi (pedet) pada fase sebelum disapih (pre-weaning).

Temuan tersebut tidak hanya menjadi capaian akademik, tetapi juga telah diterapkan di industri peternakan sapi perah dan menunjukkan dampak nyata dalam mengurangi kerugian akibat tingginya angka kematian pedet. Ke depan, inovasi ini diharapkan turut meningkatkan produktivitas sapi perah nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor susu.

Wijayanto mengungkapkan bahwa penelitian tersebut berangkat dari tingginya angka kematian pedet pada fase pre-weaning, yang selama ini menjadi tantangan besar dalam industri persusuan nasional.

Menurutnya, prospek industri susu di Indonesia masih sangat besar, mengingat sekitar 80–81 persen kebutuhan susu nasional masih dipenuhi melalui impor.

“Saya memilih latar belakang ini karena industri persusuan prospeknya bagus di tengah impor yang masih 80-81 persen. Tantangan terbesarnya ada di fase pre-weaning dengan angka kematian tinggi. Dengan manajemen kolostrum, kematian bisa ditekan dan produksi indukan ke depan akan tinggi,” tegasnya usai sidang disertasi, Jumat (24/7/2026).

Penelitian tersebut dilakukan selama satu tahun penuh dan mulai diterapkan di peternakan Greenfields sejak akhir Desember 2025.

Hasil implementasi menunjukkan penurunan signifikan angka kematian pedet akibat penyakit seperti diare dan pneumonia.

“Sebelumnya tingkat kematian di angka lebih dari 2,5 persen tiap bulannya. Setelah diaplikasikan, angkanya turun jauh menjadi kurang dari 2 persen. Hal ini tentu mencegah kerugian materiil, mengingat harga satu ekor pedet bisa mencapai 6 juta rupiah,” jelas Wijayanto.

Penurunan angka kematian tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi usaha peternakan sekaligus menjaga ketersediaan calon indukan sapi perah yang berkualitas.

SMPM 5 Pucang SBY

Promotor disertasi, Prof. Dr. drh. Lili Zalizar, M.S., menegaskan bahwa UMM terus mendorong lahirnya penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

“UMM selalu mendorong bahwa hasil penelitian secara akademik tidak hanya bisa dipertanggungjawabkan dan berkualitas, tetapi juga harus aplikatif di masyarakat. Ini benar-benar sejalan dengan semangat Dikti Berdampak,” ujarnya.

Menurutnya, hasil riset tersebut berpotensi menjadi panduan dalam menghasilkan indukan sapi perah unggulan sekaligus membuka peluang pengembangan inovasi baru di sektor peternakan.

“Harapannya ke depan tentu saja temuan ini akan dikembangkan lagi, sehingga Kampus Putih bisa terus memfasilitasi lahirnya inovasi baru yang lebih bermanfaat secara nyata, baik untuk industri peternakan itu sendiri maupun untuk masyarakat luas,” sambungnya.

Ke depan, inovasi manajemen kolostrum akan disosialisasikan kepada Koperasi Unit Desa (KUD) dan para peternak rakyat binaan.

Melalui pendampingan berkelanjutan, diharapkan standar pemeliharaan pedet dapat diterapkan lebih merata sehingga mampu menghasilkan sapi indukan yang lebih sehat dan produktif.

Selain meningkatkan kesejahteraan peternak, inovasi tersebut juga diharapkan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan industri susu nasional dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor susu.

Revisi Oleh:
  • Satria - 27/07/2026 17:44
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu