RSU Muhammadiyah Ponorogo (RSUMP) menjalani Survei Akreditasi Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (LARSI). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Dr. Dyah Ayu Puspitaningarti, S.KM., M.Kes, optimistis RSU Muhammadiyah Ponorogo mampu meraih predikat paripurna.
Survei akreditasi menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menjaga mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Tahapan survei dilaksanakan secara daring pada 19 Agustus 2026, kemudian berlanjut secara luring pada 21–22 Agustus 2026 di RSU Muhammadiyah Ponorogo.
Dalam pelaksanaannya, LARSI menghadirkan dua surveyor, yakni dr. Sudjarwanto, M.Kes. dan Emmalia Imsamawati, S.Kep.Ners. Keduanya melakukan penilaian terhadap berbagai aspek pelayanan dan manajemen rumah sakit untuk memastikan penerapan standar mutu serta keselamatan pasien berjalan secara optimal.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PCM, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Ponorogo Kota, jajaran direksi, Tim Akreditasi, pejabat struktural dan fungsional RSU Muhammadiyah Ponorogo, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo.
Direktur RSU Muhammadiyah Ponorogo, dr. Barunanto Ashadi, M.Si, menyebut survei akreditasi bersama LARSI menjadi momentum penting untuk melihat kondisi pelayanan rumah sakit secara lebih objektif.
Menurutnya, kehadiran surveyor memberikan gambaran mengenai kondisi yang terjadi di lapangan sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi rumah sakit untuk terus melakukan perbaikan.
“Dengan adanya LARSI sangat membantu memotret kondisi di lapangan di RSU Muhammadiyah Ponorogo,” ujar dr. Barunanto Ashadi, M.Si.
Dalam proses survei, penilaian dilakukan terhadap seluruh unit di RSU Muhammadiyah Ponorogo. Pelaksanaannya dibagi dalam dua kelompok kerja, yakni kelompok kerja manajemen dan pelayanan.
Tim surveyor melakukan telusur untuk melihat kesesuaian antara kebijakan, dokumen, proses pelayanan, serta implementasinya di lapangan.
Dukungan terhadap pelaksanaan survei juga datang dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Dr. Dyah Ayu Puspitaningarti, S.KM., M.Kes, menyampaikan keyakinannya terhadap kesiapan RSU Muhammadiyah Ponorogo dalam menjalani proses akreditasi.
Ia menilai pelayanan yang cepat dan ramah, dukungan fasilitas yang canggih dan cukup lengkap, serta komitmen seluruh jajaran menjadi modal dalam menghadapi proses penilaian.
“RSU Muhammadiyah Ponorogo yakin akan mendapatkan predikat paripurna. Dengan kondisi yang ada saat ini, pelayanan yang cepat dan ramah, didukung fasilitas yang canggih dan cukup lengkap, serta komitmen seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, kami optimistis RSU Muhammadiyah Ponorogo mampu meraih predikat paripurna,” ujarnya.
Keyakinan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh jajaran RSU Muhammadiyah Ponorogo dalam menjalani proses survei dengan kesiapan dan semangat perbaikan.
Bagi rumah sakit, akreditasi tidak hanya menjadi proses penilaian. Pelaksanaan survei juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun budaya mutu, meningkatkan keselamatan pasien, dan memastikan pelayanan diberikan sesuai standar.
Melalui Survei Akreditasi Tahun 2026, RSU Muhammadiyah Ponorogo kembali menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan. Dukungan dari unsur rumah sakit, persyarikatan, serta Pemerintah Kabupaten Ponorogo menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments