Suasana penuh semangat dan keceriaan tampak di wajah para siswa Rumah Singgah Al Furqon (RSAF), Jumat (24/4/2026) sore. Tepat pukul 16.00 WIB, kegiatan pembelajaran dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh para relawan tutor.
Para tutor tersebut adalah David Ardiyanto, S.Pd.I., Mina Aprilia, S.Pd., dan Ninis Ayu Suryani, S.Pd., yang merupakan guru dari SD Muhammadiyah 16 Surabaya. Ketiganya secara konsisten meluangkan waktu untuk mengabdi di luar jam kerja formal.
Rumah Singgah Al Furqon yang berlokasi di Semampir Barat, Perum Tanjung Permai B-66, menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak dhuafa, penyandang disabilitas, serta komunitas marjinal di wilayah Medokan Semampir, Sukolilo, Surabaya. Lembaga ini merupakan salah satu amal usaha yang dikelola oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah Medokan Semampir.
Direktur RSAF, Yusfit Efendy, SE., menjelaskan bahwa sebagian besar anak didik menghadapi tantangan serius dalam proses belajar.
“Anak-anak di sini berasal dari latar belakang dhuafa, disabilitas, dan banyak yang termasuk slow learner. Bahkan masih ada yang belum bisa membaca dan menulis. Maka pembelajaran di sini difokuskan untuk mengejar ketertinggalan mereka,” ujarnya.
Pendekatan pembelajaran di RSAF tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan emosional dan motivasi belajar. Metode pengajaran yang interaktif serta penuh kesabaran menjadi kunci dalam membangun kepercayaan diri siswa.
Dedikasi para relawan menjadi kekuatan utama keberlangsungan kegiatan di RSAF. Setelah menyelesaikan tugas mengajar di sekolah formal, mereka tetap menyempatkan diri untuk mendampingi anak-anak di rumah singgah.
Mina Aprilia, S.Pd., mengungkapkan bahwa keterlibatannya berangkat dari panggilan hati.
“Melihat kondisi siswa yang memiliki beragam kesulitan belajar, saya merasa harus hadir dan ambil bagian. Mereka membutuhkan perhatian dan pendampingan yang lebih,” tuturnya.
Hal senada disampaikan oleh David Ardiyanto, S.Pd.I.
“Siswa di sini spesial. Itu yang membuat saya terus semangat untuk membantu mereka belajar,” ujarnya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari pengurus Muhammadiyah setempat. Ahmad Mahmudi, S.Si., M.Pd., selaku Sekretaris PRM Medokan Semampir, menyampaikan apresiasi atas dedikasi para relawan.
“Pembelajaran di sini adalah bentuk pelayanan. Proses belajar anak-anak ini harus kita dukung bersama. Terima kasih kepada para tutor yang telah bersedia menjadi relawan,” ungkapnya.
Kehadiran Rumah Singgah Al Furqon menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas formal, tetapi juga tumbuh dari kepedulian dan semangat pengabdian.
Di tengah keterbatasan, RSAF menghadirkan harapan baru bagi anak-anak yang selama ini terpinggirkan. Sekaligus menjadi inspirasi bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah kecil yang konsisten.





0 Tanggapan
Empty Comments